Advertisement

Warga Suryodiningratan Kelola Eco Enzyme Jadi Sabun

Stefani Yulindriani Ria S. R
Kamis, 02 Maret 2023 - 10:57 WIB
Sunartono
Warga Suryodiningratan Kelola Eco Enzyme Jadi Sabun Ilustrasi sampah plastik - Picture/Alliance/Photoshot

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah warga Kelurahan Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja menyelenggarakan pelatihan pembuatan sabun dari eco enzyme. Dari pelatihan tersebut, diharapkan dapat mengurangi sampah organik sekaligus meningkatkan nilai perekonomian warga. 

Lurah Kelurahan Suryodiningratan, Riyan Wulandari menyampaikan program pembuatan sabun dari ecoenzyme dipilih sebagai upaya mengurangi sampah organik. Eco enzyme yang digunakan merupakan hasil fermentasi sampah organik yang memiliki sejumlah manfaat. Agar manfaat tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut, maka dipilih pengolahan eco enzyme sebagai sabun. 

Advertisement

BACA JUGA : Pemkab Bantul Harap Kelurahan Terus Sosialisasi Pengelolaan Sampah Mandiri

“Ini sebagai upaya kami berperan serta secara aktif dalam pengelolaan sampah, sehingga harapannya dengan membuat ecoencyme tidak hanya digunakan untuk memupuk tanaman, tetapi kami sudah kembangkan ke pembuatan sabun sudah ada nilai ekonomisnya,” katanya, Selasa (28/2/2023).

Pengolahan sabun tersebut dilakukan oleh sejumlah kader PKK, dan Bank Sampah di Kelurahan Suryodiningratan. Dengan adanya sabun berbasis eco enzyme ini menambah daya tarik UMKM untuk kelurahan Suryodiningratan sendiri. Sabun yang dibuat berupa sabun batang dan sabun cair yang dapat digunakan untuk mencuci baju. 

Dia berharap selain dapat memetik manfaat ekonomis dari pengolahan sampah, melalui pembuatan sabun tersebut dapat mengajak warga untuk dapat menggunakan produk yang ramah lingkungan.

“Harapannya adalah masyarakat bisa meraih keuntungan secara ekonomis dari pemanfaatan eco enzyme ini, ini adalah suatu kampanye untuk menyelamatkan lingkungan, menyelaraskan, mengharmoniskan dengan alam. Kita menggunakan berbagai hal yang dapat diterima oleh alam,” ucapnya. 

BACA JUGA : Pengelolaan Mandiri Dapat Kurangi Pasokan Sampah Bantul Sampai 10 Ton 

Menurut Wulan komitmen warga Kelurahan Suryodiningratan untuk mengolah sampah organik cukup tinggi. “Komitmennya [untuk mengelola sampah organik] sudah luar biasa, tidak lagi berkutat bagaimana menangani sampah anorganik, untuk sampah organik ini, kita juga mengolah, mempunyai kontribusi untuk pengolahannya, meminimalisir sampah yang harus dibuang ke TPA Piyungan,” katanya.  

Selama ini warga Kelurahan Suryodiningratan selain mengolah sampah organik melalui eco enzyme, ada pula pengolahan sampah organik menggunakan ember tumpuk, lodong sisa dapur (losida) dan biopori jumbo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pengemudi Fortuner Berpelat Nomor TNI dan Mengaku Adik Jenderal Telah Ditangkap, Ini Sosoknya

News
| Rabu, 17 April 2024, 10:17 WIB

Advertisement

alt

Sambut Lebaran 2024, Taman Pintar Tambah Wahana Baru

Wisata
| Minggu, 07 April 2024, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement