Advertisement
Tahun Ini, Kulonprogo Ditargetkan Memiliki Tambahan 5 Desa Budaya
Kepala Kundha Kabudayan Kulonprogo, Niken Probo Laras - Harian Jogja / Catur Dwi Janati
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO — Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulonprogo menargetkan penambahan lima Desa/Kalurahan Budaya pada tahun ini. Sejumlah desa kini mulai menempuh akreditasi untuk naik kelas dari rintisan Desa Budaya tumbuh ke Desa Budaya berkembang.
Kepala Kundha Kabudayan Kulonprogo, Niken Probo Laras menerangkan hingga saat ini ada 16 desa yang dikukuhkan sebagai Desa Budaya di Kulonprogo. Jumlah ini sekitar 18,18% dari total jumlah desa di Kulonprogo yang ada 88 desa.
Advertisement
"Iya sedang melakukan akreditasi dari kategori tumbuh ke berkembang. Nanti kalau sudah berkembang kami usulkan ke provinsi. Karena yang menilai timnya dari provinsi untuk menjadi Desa Budaya," kata dia, Kamis (9/3/2023).
BACA JUGA: Salut, DIY Kini Punya 76 Desa Budaya
Kendati demikian, upaya penambahan desa menjadi Desa Budaya di Kulonprogo terus coba dilakukan. Niken mematok minimal ada penambahan lima Desa Budaya di 2023. "Minimal lima, kalau bisa lebih setiap tahunnya. Jadi dari tumbuh, berkembang, lalu [Desa] Kalurahan Budaya. Makanya Merti Dusun itu kan salah satu pendukung untuk penilaian,"ujarnya.
Sejumlah parameter harus dikantongi desa yang ingin diklaim sebagai Desa Budaya. Desa kategori tumbuh dan desa kategori berkembang memiliki perbedaan dalam aspek parameter adat istiadat, cagar budaya, jumlah kesenian yang hidup di desa itu, karakter tradisional dan masih banyak lagi.
"Kalau tumbuh kan masih permulaan. Dulu namanya kantong budaya, sekarang namanya kategori tumbuh. Rintisan Kalurahan Budaya kategori tumbuh itu yang paling bawah, kemudian naik menjadi rintisan Kalurahan Budaya kategori berkembang," jelasnya.
Beberapa potensi desa di Kulonprogo yang bisa diunggulkan untuk mendukung Desa Budaya bisa melingkupi bidang kuliner dan kerajinan. Menurutnya bidang tersebut bisa dinilai lantaran termasuk warisan budaya tak benda. "Jadi akan dinilai secara komprehensif," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Arus Balik Lebaran 2026: Okupansi Kereta Api Tembus 123 Persen
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Angin Kencang di Prambanan: Belasan Rumah Rusak dan Joglo Roboh
- Volume Surat Menyurat Turun 40 Persen, Ini Strategi Kantor Pos Jogja
- HUT ke-22 Tagana Sleman: Danang Maharsa Puji Dedikasi Relawan
Advertisement
Advertisement







