Hari Ketiga Warga Hilang di Hutan Turi, Tim Vertikal Diterjunkan
Hari ketiga pencarian warga hilang di Hutan Pathuk Turi, Sleman, SAR gabungan menerjunkan delapan SRU dan tim vertikal.
Tudak ada foto
Harianjogja.com, KULONPROGO — Beralihnya status kepemilikan aset Gerbang Samudra Raksa (GSR) dari Barang Milik Negara (BMN) menjadi Barang Milik Daerah (BMD) membuat Pemkab Kulonprogo menyiapkan sejumlah skema pemanfaatan aset GSR. Diplot sebagai rest area menuju destinasi Super Prioritas Borobudur, keberadaan GSR diharapkan dapat berdampak bagi masyarakat.
Kepala Kundha Kabudayan Kulonprogo, Niken Probo Laras membenarkan bahwa status GSR baru saja menjadi BMD Kulonprogo. Sebelumnya aset tersebut masih masuk dalam barang milik negara.
"Beberapa waktu lalu sudah ada tanda tangan antara Pusat dengan Pak Bupati. Sekarang [GSR] sudah menjadi BMD. Kemudian BMD Ini oleh Pak Bupati diserahkan ke Dinas Kebudayaan dalam hal ini UPT," kata dia, Jumat (10/3/2023).
Sebelum menjadi aset barang milik daerah, Pemkab tidak bisa mengambil langkah-langkah untuk mengoptimalkan Gerbang Samudra Raksa. Tetapi dengan berubahnya status kepemilikan aset tersebut, sejumlah skema disusun untuk memaksimalkan potensi GSR. "Ketika barang milik negara maka kan kami belum bisa berani melangkah, karena kalau barang milik negara masih milik pemerintah Pusat," terangnya.
BACA JUGA: Jogja Jadi Tempat Pencucian Uang Pejabat
Pengelolaan GSR, kata Niken, nantinya akan berada di bawah UPT. Hal itu telah tertuang dalam peraturan bupati bahwa UPT ini selain mengelola taman budaya, gedung kesenian juga mengelola Gerbang Samudera Raksa.
"Pembebasan lahan, pembayarannya oleh Dinas Pertaru kemarin akhir tahun di bulan Desember sudah selesai. Sudah dibayar oleh Dinas Pertaru. Selesai, jadi semuanya sudah klir milik daerah," tambahnya.
Saat ini proses apprasial untuk menilai aset Gerbang Samudra Raksa telah dilakukan. "Saat ini baru proses penilaian oleh appraisal, kemarin sudah di lapangan " jelasnya.
Terkait dengan skema penggunaannya, berdasarkan rapat dengan Sekda Kulonprogo kemungkinan Gerbang Samudra Raksa akan disewakan setelah nilainya ditentukan oleh tim appraisal. Skema sewa dinilai lebih cepat diaplikasikan agar GSR bisa segera dimanfaatkan.
"Jadi kemarin ada dua pilihan di lelang atau disewakan. Di lelang itu artinya kemitraan. Kemarin atas kajian dan rapat pak Sekda arahnya lebih cepat [sewa], karena itu kan sudah lama ya ketika itu barang milik negara, jadi lebih cepat disewakan," jelasnya.
Kepemilikan Pemkab Kulonprogo atas aset Gerbang Samudra Raksa ini diharapkan Niken bisa membuat aset tersebut bisa berfungsi sebagai rest area. Dijelaskan Niken, Gerbang Samudera Raksa memang diproyeksikan sebagai rest area atau gerbang masuk menuju destinasi Super Prioritas Borobudur. Harapannya banyak UKM yang bisa berkembang dan buka di sana.
"Itu nanti jadi rest area menuju kesana [Borobudur]. Ketika jadi rest area, pasti orang butuh oleh-oleh, orang butuh cinderamata, orang butuh makan, itu yang mudah-mudahan di situ kios-kios itu sudah bisa terbuka semua setelah kita kelola bersama pihak ketiga," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari ketiga pencarian warga hilang di Hutan Pathuk Turi, Sleman, SAR gabungan menerjunkan delapan SRU dan tim vertikal.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (23/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Sri Widiastuti, nasabah BPR Syariah Dharma Kuwera, memenangkan Mitsubishi Xpander setelah konsisten menabung sejak 2022.
Prabowo Subianto dijadwalkan menjadi saksi akad nikah Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi di JCC, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Sleman lolos seleksi nasional tahap II UCCN 2027 bidang Film dan memperkuat ekosistem perfilman untuk mendorong ekonomi kreatif daerah.