Advertisement

Petani Lahan Pesisir Selatan Bantul Panen Bawang Merah Thailand Nganjuk

Ujang Hasanudin
Minggu, 12 Maret 2023 - 20:37 WIB
Budi Cahyana
Petani Lahan Pesisir Selatan Bantul Panen Bawang Merah Thailand Nganjuk Sejumlah pejabat TNI Angkatan Laut bersama Forkompinda DIY dan petani sedang panen raya bawang merah off season di Pantai Cangkring, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul, Minggu (12/3/2023). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Para petani di lahan pesisir selatan Bantul panen bawang merah off season atau di luar musim di Pantai Cangkring, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul. Dari 5.000 meter persegi yang dikelola Kelompok Tani Eka Lestari, lahan tersebut mampu menghasilkan enam ton bawang merah meski dalam kondisi musim penghujan.

“Kalau saat musim kemarau mungkin di atas enam ton hasilnya, namun saat musim penghujan atau tanaman off season dengan hasil enam ton sudah sangat bagus,” kata salah satu pengurus Kelompok Tani Eka Lestari, Edi Nugroho kepada wartawan, Minggu (12/3/2023).

Advertisement

Edi menjelaskan bawang merah yang ditanam adalah jenis Tajuk atau Thailand-Nganjuk. Bibit bawang merah tersebut diklaimnya lebih menguntungkan dibanding dengan jenis Bauci, karena mampu menghasilkan enam ton per 5.000 meter persegi.

Selain itu juga tanaman bawang merah off season tersebut seharusnya dipanen pada usia 60 hari. Tetapi karena hujan, tanaman bawang merah terpaksa dipanen lebih cepat sebab daunnya banyak diserang hama dan terpaksa dipanen dalam usia 55 hari. 

“Sebenarnya dilihat dari bobotnya memang belum maksimal karena dipanen lebih awal. Padahal ketika tanaman tak diserang hama ataupun jamur dan dipanen pada usia 60 hari, hasilnya bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Guna menghindari kerugian, para petani terpaksa panen lebih dini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Sugeng Purwanto, mengatakan lahan pasir sangat cocok untuk ditanamai bawang merah dan cabai meski penanamannya di saat musim hujan atau off season.

Menurutnya, tanaman off season hasilnya akan lebih mahal karena pasokan di pasaran terbatas. Hal itu berbeda dengan tanaman bawang merah dan cabai di lahan pertanian sawah yang tidak akan hidup karena kelebihan air sehingga tanaman akan mati.

“Kalau musim penghujan tidak mungkin akan kebanjiran tanaman di lahan pasir karena air hujan akan terserap cepat oleh pasir,” katanya.

Meski hasil panen pada off season cenderung mahal, butuh usaha yang keras dari petani untuk mengatasi serangan penyakit seperti jamur hingga hama. “Tapi yang jelas lahan pasir ini sangat potensial untuk tanaman holtikultura di saat musim penghujan dibandingkan pada lahan pertanian biasanya,” ujarnya.

Tanaman bawang merah off season yang dikelola Kelompok Tani Eka Lestari ini merupakan binaan TNI Angkatan Laut (AL) Yogyakarta. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Yogyakarta, Kolonel Laut (KH/W) Damayanti mengatakan saat ini TNI AL terus berusaha meningkatkan kesejahteraan petani dalam program ketahanan pangan. Salah satunya dengan melakukan pendampingan dan mengajak kerja sama antara Lanal Yogyakarta dengan sejumlah kelompok tani binaan Lanal Yogyakarta.

“Kami mengandeng kelompok tani untuk terus menerus menggali potensi pertanian yang ada di wilayah kita dengan ditanami bawang merah yang memiliki andil besar dalam perekonomian masyarakat terutama yang berada di daerah pesisir,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Mendaku Gantikan Twitter, Elaelo Kini Justru Kena Suspend

News
| Senin, 17 Juni 2024, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Mantap, Hidupkan Laguna Pengklik, Pemuda di Srigading Bikin Wisata Kano

Wisata
| Minggu, 16 Juni 2024, 20:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement