Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi kekerasan seksual/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta kini miliki Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Sebanyak 25 orang anggota yang terdiri dari 14 mahasiswa, 10 dosen, dan satu tenaga kependidikan terlibat dalam Satgas PPKS ini.
Pembentukan Satgas PPKS USD merupakan respons USD dalam menindaklanjuti Permendikbud Ristek No. 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan Tinggi. Selain itu, sebagai satu-satunya universitas Jesuit di Indonesia, pembentukan Satgas PPKS USD adalah implementasi dari Protokol Safeguarding dalam Karya Serikat Yesus Provinsi Indonesia.
Satgas PPKS USD bertugas membantu pimpinan universitas dalam rangka pencegahan dan penanganan kekerasan seksual bagi warga kampus yang meliputi penyusunan pedoman pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Kemudian, sosialisasi pendidikan kesetaraan gender, kesetaraan disabilitas, pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi; melakukan koordinasi dalam pemberian perlindungan kepada korban dan saksi; serta melakukan survei kekerasan seksual dan melaporkan hasilnya kepada pimpinan.
Proses pembentukan Satgas PPKS di USD menempuh proses yang cukup panjang. Dimulai dengan Uji Publik dan Penetapan Panitia Seleksi (Pansel) Satgas PPKS pada September 2022. Kemudian pada tahap berikutnya pansel melakukan seleksi anggota satgas yang meliputi pendaftaran, seleksi berkas administratif dan wawancara.
Proses ini dilakukan dari November hingga Desember 2022. Setelah tahapan ini selesai, pansel kemudian menyusun rekomendasi daftar calon anggota Satgas dan menjalankan Survei Publik pada bulan Januari 2023. Akhirnya, pada 1 Februari 2023, Rektor menerbitkan Surat Keputusan No.065d/Rektor/II/2023 tentang Pengangkatan Satgas PPKS USD.
Rektor USD, Romo Albertus Bagus Laksana, menuturkan tugas Satgas PPKS tidak sekedar mencegah dan menangani kekerasan seksual di lingkungan kampus. "Lebih daripada itu, membentuk kultur relasional manusiawi yang aman supaya kehidupan bersama menjadi utuh dan setiap individu dihargai martabatnya,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Komposisi anggota Satgas PPKS 90% perempuan dan lebih banyak mahasiswa. Menurutnya hal ini menunjukkan komitmen tentang pemberdayaan kelompok yang seringkali menjadi kelompok yang termajinalkan, menjadi korban dalam relasi-relasi yang tidak adil, termasuk di dalamnya kekerasan seksual.
Ketua Satgas PPKS USD, Ni Luh Putu Rosiandani, mengatakan tujuan keberadaan Satgas yang secara resmi dilantik oleh pimpinan universitas dapat menguatkan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.
“Di USD sebelumnya sudah ada satgas sementara yang telah berproses untuk mengumpulkan berbagai informasi dan meletakkan dasar-dasar bagaimana kita akan bergerak menangani kasus kekerasan seksual. Harapannya kita bersama semakin dapat menciptakan kultur relasi yang sehat, aman dan nyaman bagi seluruh warga kampus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Studi terhadap 183.000 orang menemukan hubungan penggunaan media sosial lebih dari 2,5 jam per hari dengan meningkatnya gejala depresi.
Pemerintah Nepal meminta Meta dan TikTok mempercepat penghapusan konten AI, rekaman lama, hingga QR donasi palsu terkait bencana banjir dan longsor.
PSIM Jogja mengungkap kisaran harga jersey Adidas musim 2026/2027. Jersey resmi Laskar Mataram dibanderol sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu dan dijual melalu
Bilal Hasan menang KO atas Nilson Rojas dalam debut UFC Shanghai. Kemenangan ini membuat rekor The IndoNinja menjadi 10-0 dengan delapan KO/TKO.
14 klub tertua di Liga Inggris yang masih aktif: Nottingham Forest (1865), Aston Villa, Chelsea, hingga Newcastle United. Simak sejarah panjang klub-klub legend