Sindikat Besar Pemalsuan Tinta Epson Dibongkar di Jakarta setelah 18 Bulan Investigasi
Polisi membongkar sindikat pemalsuan tinta Epson di Jakarta setelah investigasi 18 bulan. Lebih dari 20 orang dibawa untuk dimintai keterangan.
Sejumlah peserta mengikuti Bimtek Kader Keamanan Pangan 2023, di The Atrium, Selasa (14/3/2023)/Harian Jogja
SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Keamanan Pangan 2023 di The Atrium Hotel & Resort, Mlati, Sleman, Selasa (14/3).
Kegiatan ini digelar untuk menyosialisasikan pentingnya keamanan pangan dari unit terkecil, yakni tingkat keluarga. Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman, Tunggul Biworo menjelaskan selama dua hari peserta dan narasumber berdiskusi bersama, berbagi ilmu dalam pengolahan dan menyiapkan makanan yang aman.
"Dari unit terkecil di tingkat keluarga, keamanan pangan harus sudah diperhatikan. Keluarga harus menyiapkan makanan sebaik mungkin. Meski menunya sederhana, pecel dan telur ceplok, yang penting aman, baru kemudian menyehatkan serta bergizi," katanya.
Keamanan pangan, menurut Tunggul, sebenarnya mudah dipahami dan dilakukan, namun banyak yang mengabaikannya. Ia mencontohkan saat memasak makanan, biasanya dilakukan sambil mengobrol. Padahal, hal itu bisa menyebabkan masuknya percikan air ludah ke dalam masakan.
Maka, jika mengolah makanan di perusahaan yang telah tersertifikasi keamanan pangan, juru masak biasanya menggunakan masker untuk menghindarkan percikan air ludah masuk ke dalam masakan yang sedang diolah.
"Menyiapkan makanan menjadi rutinitas sehingga terkadang kebersihannya enggak terjaga. Bahan pangan yang disiapkan juga tidak berkualitas. Ini bukan soal punya uang atau tidak, tetapi lebih ke sikap," kata dia.
Selain pada proses pengolahannya, penyajian makanan juga perlu diperhatikan. Makanan, kata Tunggul, memiliki masa optimal selama empat jam. Setelah itu, bakteri dari luar akan masuk ke dalam makanan sehingga rasanya tidak seenak seperti saat baru dimasak.
Keamanan pangan yang tidak diperhatikan dapat menyebabkan keracunan, dengan reaksi perut berupa muntah atau diare. Hal ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan sehingga merasa lemas.
Di tingkat industri, keamanan pangan juga menjadi salah satu syarat wajib. Dinas Kesehatan Sleman membuka penyuluhan keamanan pangan bagi pelaku usaha secara gratis.
"Pelaku usaha harus mempunyai sertifikat keamanan pangan," katanya.
Bimtek ini diikuti oleh kader kesehatan, pelajar, Anggota Karang Taruna dan Saka Bakti Husada (SBH). Adapun narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI), dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI). (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi membongkar sindikat pemalsuan tinta Epson di Jakarta setelah investigasi 18 bulan. Lebih dari 20 orang dibawa untuk dimintai keterangan.
Pemkot Jogja menyiapkan pembiayaan melalui Jamkesda bagi korban kekerasan saat demonstrasi 28 Oktober 2026 setelah verifikasi Dinsos.
KSPSI AGN-ATUC Gunungkidul mengusulkan UMK 2027 minimal Rp2.659.000 atau naik 7,5%-10% demi menjaga daya beli pekerja.
Mentan Amran mengungkap 13 tersangka dalam delapan kasus pelanggaran beras yang melibatkan 15 merek. Pelaku terancam pidana hingga tujuh tahun.
Polresta Jogja menetapkan pria berinisial W sebagai tersangka dan menahannya setelah kedapatan membawa senjata tajam saat aksi 28 Oktober di Malioboro.
Produksi ikan budidaya Kota Jogja rata-rata 48,59 ton per tahun. Pemkot mendorong pengembangan pokdakan untuk memenuhi kebutuhan warga.