Advertisement
Jelang Ramadan, Sembako Dibagikan untuk Warga Kurang Mampu
Rangkaian Tarhib Ramadan di Teras Dakwah, Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja, Minggu (19/3/2023). - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan warga kurang mampu diberi bantuan paket sembako dalam rangkaian Tarhib Ramadan di Teras Dakwah, Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja, Minggu (19/3/2023). Pemberian sembako itu untuk meringankan masyarakat saat memasuki puasa Ramadan.
Pengasuh Teras Dakwah Achid Subiyanto menjelaskan sebagai lembaga sosial, ia memiliki komitmen untuk membantu warga miskin dan menyalurkan bantuan masyarakat kepada pihak yang membutuhkan. Pemberian sembako ini dilakukan oleh lembaganya sejak empat tahun terakhir.
Advertisement
BACA JUGA : Selama Ramadan, Pemkot Jogja Siapakan 1.000 Takjil Per hari
“Sedangkan untuk warga satu Kelurahan Sorosutan baru dilakukan sejak empat bulan terakhir setelah pandemi Covid-19 mereda. Kalau sebelum corona [pendistribusian bantuan] sudah berjalan tapi tidak sebanyak setelah pandemi saat ini,” katanya.
Adapun pembagian sembako yang dilakukan pada Minggu (19/3/2023) untuk menyongsong Ramadan dengan harapan dapat meringankan beban penerimanya. Mengingat saat Ramadan kebutuhan sembako sangat diperlukan seiring sering terjadinya kenaikan harga. Sembako yang dibagikan utamanya beras, antara 3-5 kilogram disertai bahan pangan lainnya seperti gula, telur, kecap hingga lauk pauk.
“Saat ini kami menyalurkan sebantak 285 paket sembako, rata-rata untuk warga sekitar dengan kriteria tertentu terutama berdasarkan RT bahwa penerima ini fakir miskin, janda, duafa atau kelompok ekonomi lemah. Prinsipnya mereka yang secara ekonomi perlu dibantu,” ujarnya.
BACA : Jelang Ramadan, Pemkot Jogja Pastikan Stok dan Harga
Ia mengatakan penyaluran sembako itu digelar bersamaan dengan launching Masjid Teras Dakwah yang sudah dapat digunakan untuk Salat Tarawih dan kegiatan Ramadan lainnya diu 2023. Lembaga sosial yang ia bentuk memang sesuainya Namanya berawal dari kajian orang per orang yang digelar di teras rumah. Seiring berjalannya waktu jumlah Jemaah yang mengikuti kajian terus berkembang.
Lewat organisasi tersebut Achid berusaha menggabungkan antara belajar agama, berwirausaha dan membantu orang yang membutuhkan. “Selain untuk sembahyang warga setempat juga para pencari ilmu seperti lembaga Pendidikan. Selain itu beriwirausaha juga dan tentunya membantu orang lain,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Imbas Konflik Timur Tengah, Philippine Airlines Terpaksa Setop 5 Rute
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Layanan Satpas SIM DIY Kembali Beroperasi Pascalibur Lebaran 2026
- Wisata Gunungkidul Diprediksi Ramai hingga Akhir Pekan
- Samsat DIY Buka Kembali Seusai Libur Lebaran, Bebas Denda Pajak Motor
- Jadwal KA Bandara YIA Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 Terbaru
- Bantul Pasang 25 LPJU Danais di Parangtritis dan Imogiri
Advertisement
Advertisement







