Imunisasi Bayi di Bantul Tertinggal, Kasus Campak Capai 127 Kasus
Capaian imunisasi dasar bayi Bantul baru 54,43 persen hingga 3 September 2026, masih di bawah target 63,3 persen.
Suasana deklarasi pelajar bebas geng sekolah, kejahatan jalanan, narkoba dan miras serta berjanji mematuhi aturan yang berlaku di wilayah setempat. Komitmen tersebut dilaksanakan di lapangan Paseban, Senin (20/3/2023). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, BANTUL—Ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bantul mendeklarasikan bebas geng sekolah, kejahatan jalanan atau lazim disebut klitih, narkoba dan miras serta berjanji mematuhi aturan yang berlaku di wilayah setempat. Komitmen tersebut dilaksanakan di lapangan Paseban, Bantul, Senin (20/3/2023).
Upaya deklarasi itu tidak terlepas dari maraknya fenomena kejahatan jalanan atau klitih, miras dan narkoba di wilayah setempat. Tahun lalu tiga orang dilaporkan tewas akibat menenggak miras oplosan. Kegiatan deklarasi juga diisi dengan penampilan teatrikal terkait aksi kejahatan jalanan. Peserta diajak untuk melihat dampak yang ditimbulkan dari peristiwa itu.
BACA JUGA : Pelajar Jogja Meninggal Akibat Klithih, Korban Dibuntuti
Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan, murid sekolah merupakan generasi penerus dan harus dijaga cita-citanya. Jangan sampai aktivitas yang tidak produktif merusak masa depan anak-anak sekolah di Bantul. Maraknya fenomena kriminal beberapa waktu belakangan diharapkan tidak sampai mempengaruhi para murid sekolah untuk ikut terlibat.
"Jangan sampai mimpi mereka terhenti karena terlibat geng sekokah, korban kejahatan jalanan atau miras oplosan. Sehingga kita laksanakan deklarasi untuk menolak semuanya dan mewujudkan mimpi mereka karena mereka yang nanti akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan," kata Ihsan.
Ihsan menyebut, gerakan itu ke depan rencananya akan diperluas menjadi berbasis sekolah. Setiap sekolah di Bantul baik jenjang SMP, SMA dan SMK diharapkan bisa mendeklarasikan diri di sekolah masing-masing agar bebas dari geng sekolah, kejahatan jalanan, narkoba dan miras.
BACA JUGA : Seorang Pelajar Dibacok Celurit di Kasihan, Bantul
"Saya berharap ini tidak hanya jadi deklarasi saja, sekolah harus merencanakan program ke depannya seperti apa. Ini hanya perwakilan saja," ungkapnya.
Wakil Bupati Bantul Joko Budi Purnomo menyatakan melalui deklarasi itu murid diharapkan fokus pada ketugasannya sebagai anak sekolah. Sehingga terbangun komitmen pelajar yang bersinergi dan kompak dalam memerangi kegiatan yang bertentangan dengan aktivitas sekolah.
"Deklarasi ini hanya sarana dan yang lebih penting ialah komitmen dalam mewujudkan perubahan perilaku demi daerah Bantul yang prestasi dan produktif," katanya.
Ia mengajak peran serta orang tua dalam melakukan pengawasan dan pembinaan kepada pelajar. Pemantauan terhadap aktivitas keseharian anak harus dilakukan dengan intensif demi mengantisipasi para pelajar terjerumus dalam aktivitas yang tidak produktif.
BACA JUGA : Banyak Pelajar Tersangkut Pidana, Kepala Sekolah se-Bantul
"Kami terus berupaya melakukan kegiatan positif di sekolah apabila bulan puasa. Dikpora juga kami ajak membuat terobosan agar ada kegiatan ekstrakurikuler yang bisa membawa dampak positif," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Capaian imunisasi dasar bayi Bantul baru 54,43 persen hingga 3 September 2026, masih di bawah target 63,3 persen.
Jadwal KSPN Jogja 6 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Festival Babad Siti Kemantren tidak cukup hanya menjadi panggung untuk menampilkan potensi budaya masing-masing wilayah.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 6 September 2026 tersedia sejak pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.
Jadwal KA Bandara YIA 6 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.