Desil Kesejahteraan Naik, BPS: Bukan Berarti Warga Makin Kaya
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Jelang ramadan dan lebaran, harga beberapa komoditas pangan di Kota Jogja diperkirakan akan meningkat. Di antaranya telur, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi mengatakan kenaikan harga ini wajar karena secara hukum ekonomi tingginya permintaan akan diiringi tingginya harga.
Meski demikian menurutnya Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan berupaya menjaga agar harga pangan tidak melonjak terlalu tinggi. Untuk komoditas cabai dan beras Pemkot Jogja akan bekerja sama dengan Kabupaten Sleman. Dalam waktu dekat juga akan bekerjasama dengan Kabupaten Kulonprogo. Lalu untuk telur kerjasama pasokan akan dijalin dengan Pemkot Blitar dan Kabupaten Magelang. Sehingga diharapkan tidak terjadi kenaikan signifikan.
"Bahan pokok yang kemungkinan cenderung naik adalah bawang merah, bawang putih, cabai, telur. Kami berharap agar masyarakat tidak panic buying, karena pada prinsipnya stok makanan tercukupi," ucapnya, Selasa (21/3/2023).
Pemkot Jogja bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Jogja, Satgas Pangan Polresta Jogja, dan Kejaksaan Negeri Jogja menggelar sidak ke pasar dan distributor. Dari sisi pasokan dipastikan aman, dan dari sisi harga ada lonjakan namun masih terkendali.
BACA JUGA: Harga Sembako Mulai Naik, Sleman Siapkan Pasar Murah
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Jogja, Kadri Renggono mengatakan beberapa harga pangan yang mengalami kenaikan tapi relatif stabil adalah cabai merah dan rawit merah. Untuk beras relatif stabil di harga yang tinggi.
"Cabai memang karena curah hujan yang masih cukup tinggi. Kemudian beras, meskipun beras kita berharap beberapa sentra sudah mulai panen Maret, April, sampai Mei," ucapnya.
Sebagai tujuan destinasi wisata, kata Kadri, diperkirakan akan banyak wisatawan yang berkunjung saat libur lebaran. Diharapkan Bulog bisa memperkirakan adanya tambahan wisatawan tersebut.
"Misalnya permintaan meningkat, Pemkot Jogja akan berkomunikasi dengan Bulog dan penyedia lainnya. Ketersediaan [pangan] informasi dari Bulog tiga bulan mencukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.
Persib tanpa Bobotoh menghadapi Manila Digger FC di play off ACL 2 pada 31 Agustus 2026 setelah mendapat sanksi AFC.