Advertisement

Sediakan 3.000 Takjil Per Hari, Kampung Ramadhan Jogokariyan Diingatkan soal Sampah

Triyo Handoko
Kamis, 23 Maret 2023 - 20:27 WIB
Arief Junianto
Sediakan 3.000 Takjil Per Hari, Kampung Ramadhan Jogokariyan Diingatkan soal Sampah Pelaksana Wali Kota Jogja Sumadi (di tengah) sedang menggunting pita tanda meresmikan Kampung Ramadan Jogokariyan, Kamis (23/3/2023). - Harian Jogja/Triyo Handoko

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kampung Ramadan Jogokariyan resmi dibuka oleh Pelaksana Wali Kota Jogja Sumadi, Kamis (23/3/2023). Sumadi meminta manajemen penanganan sampah dari aktivitas Masjid Jogokariyan selama Ramadan tertangani dengan baik.

Dalam sambutannya, Sumadi mengapresiasi Masjid Jogokariyan yang telah memfasilitasi 280 pedagang kuliner dan membagikan tiga ribu takjil setiap harinya selama Ramadan. “Saya juga minta untuk sampah karena ribuan orang lebih akan masuk kawasan sini setiap hari tolong sampah untuk diperhatikan,” katanya, Kamis sore.

Advertisement

Sumadi menjelaskan ada penurunan sampah di Jogja selama Januari-Maret sebesar 40 ton. “Program penanganan sampah kami sebelum puasa ini ada penurunan sampah 40 ton, tentu ini prestasi dan harus tetap dijaga. Sehingga kami minta selama Ramadan ini harapannya tidak ada penambahan sampah,” jelasnya.

Penambahan sampah, jelas Sumadi, memang sulit dihindarkan selama Ramadan terutama sampah organik dari sisa makanan. “Tapi kalau tidak berkurang saya minta penangannya baik, jangan sampai menimbulkan masalah. Kami juga sudah melarang pembuangan sampah organik ke depo sampah. Artinya warga harus mengolahnya sendiri,” tegasnya.

BACA JUGA: Omzet Pasar Sore Ramadan di Jogja Capai Rp8,4 Miliar

Sumadi menjelaskan penanganan sampah juga jadi tanggung jawab setiap masjid dan pasar sore Ramadan di Jogja. “Sudah kami sosialisasikan juga ke semua masjid di Jogja, saya yakin Masjid Jogokariyan bisa jadi percontohan yang baik,” ujarnya.

Ketua Kampung Ramadan Jogokariyan, Nanda Eka menjelaskan pihaknya sudah memiliki strategi penanganan sampah. “Untuk takjil yang kami bagikan itu semuanya akan menggunakan piring, tidak ada lagi dengan bungkus plastik atau semacamnya yang berpotensi menimbulkan sampah,” katanya.

Nanda juga memastikan 280 pedagang kuliner di kawasannya juga tertib membuang sampahnya masing-masing. “Setelah selesai berjualan akan kami pastikan sampah yang mereka hasilkan dibawa pulang sendiri. Itu juga sudah disepakati para pedagang, insyaallah aman dan tertib semuanya,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pembangunan IKN, Jokowi: Jangan Membayangkan Upacara 17 Agustus Sudah Jadi Semuanya

News
| Rabu, 17 Juli 2024, 18:37 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Shoulder Season, Periode Berwisata Antiribet

Wisata
| Minggu, 14 Juli 2024, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement