Advertisement
Sediakan 3.000 Takjil Per Hari, Kampung Ramadhan Jogokariyan Diingatkan soal Sampah
Pelaksana Wali Kota Jogja Sumadi (di tengah) sedang menggunting pita tanda meresmikan Kampung Ramadan Jogokariyan, Kamis (23/3/2023). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kampung Ramadan Jogokariyan resmi dibuka oleh Pelaksana Wali Kota Jogja Sumadi, Kamis (23/3/2023). Sumadi meminta manajemen penanganan sampah dari aktivitas Masjid Jogokariyan selama Ramadan tertangani dengan baik.
Dalam sambutannya, Sumadi mengapresiasi Masjid Jogokariyan yang telah memfasilitasi 280 pedagang kuliner dan membagikan tiga ribu takjil setiap harinya selama Ramadan. “Saya juga minta untuk sampah karena ribuan orang lebih akan masuk kawasan sini setiap hari tolong sampah untuk diperhatikan,” katanya, Kamis sore.
Advertisement
Sumadi menjelaskan ada penurunan sampah di Jogja selama Januari-Maret sebesar 40 ton. “Program penanganan sampah kami sebelum puasa ini ada penurunan sampah 40 ton, tentu ini prestasi dan harus tetap dijaga. Sehingga kami minta selama Ramadan ini harapannya tidak ada penambahan sampah,” jelasnya.
Penambahan sampah, jelas Sumadi, memang sulit dihindarkan selama Ramadan terutama sampah organik dari sisa makanan. “Tapi kalau tidak berkurang saya minta penangannya baik, jangan sampai menimbulkan masalah. Kami juga sudah melarang pembuangan sampah organik ke depo sampah. Artinya warga harus mengolahnya sendiri,” tegasnya.
BACA JUGA: Omzet Pasar Sore Ramadan di Jogja Capai Rp8,4 Miliar
Sumadi menjelaskan penanganan sampah juga jadi tanggung jawab setiap masjid dan pasar sore Ramadan di Jogja. “Sudah kami sosialisasikan juga ke semua masjid di Jogja, saya yakin Masjid Jogokariyan bisa jadi percontohan yang baik,” ujarnya.
Ketua Kampung Ramadan Jogokariyan, Nanda Eka menjelaskan pihaknya sudah memiliki strategi penanganan sampah. “Untuk takjil yang kami bagikan itu semuanya akan menggunakan piring, tidak ada lagi dengan bungkus plastik atau semacamnya yang berpotensi menimbulkan sampah,” katanya.
Nanda juga memastikan 280 pedagang kuliner di kawasannya juga tertib membuang sampahnya masing-masing. “Setelah selesai berjualan akan kami pastikan sampah yang mereka hasilkan dibawa pulang sendiri. Itu juga sudah disepakati para pedagang, insyaallah aman dan tertib semuanya,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Jumat 27 Maret 2026
- Wisata Sleman Ramai, Tapi Hunian Hotel Belum Maksimal
- Dishub Kulonprogo: Jalur Mudik Didominasi Motor dan Mobil Pribadi
- Terminal Giwangan Diserbu Pemudik, Bus Gratis Jadi Favorit
- Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Jumat 27 Maret 2026 dari Tugu ke Bandara
Advertisement
Advertisement






