Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Pasar Sore Ramadan Jogokariyan yang ramai diserbu masyarakat menjelang buka puasa, Kamis (23/3/2023)./Harian Jogja-Triyo Handoko
Harianjogja.com, JOGJA—Dua pasar sore Ramadan di Jogja membukukan omzet fantastis selama bulan puasa. Omzet Pasar Sore Kauman mencapai Rp450 juta, sedangkan Pasar Sore Jogokariyan bahkan mencapai Rp8,4 miliar selama sebulan.
Di Pasar Sore Kauman ada 51 pedagang makanan dengan masing-masing perharinya bisa meraup minimal Rp300.000. Adapun di Pasar Sore Jogokariyan ada sekitar 280 pedagang yang masing-masing rata-rata mendapat Rp1 juta. Jika dihitung secara kasar, pendapatan di Pasar Sore Kauman bisa Rp450 juta sedangkan di Pasar Sore Jogokariyan bisa melampaui Rp8 miliar per bulan.
Koordinator kavling Pasar Sore Kauman Edy Purnomo menjelaskan kebanyakan pedagang berasal dari daerahnya. “Sebagain besar dari warga sini, Kelurahan Ngupasan, Gondomanan,” katanya, Kamis (23/3/2023).
Edy menyebut masing-masing pedagang menyewa lapak seharga Rp200.000 sekali Ramadan. “Itu sudah termasuk meja, kursi, dan listrik, tinggal jualan saja. Hasilnya untuk kas RW dan RT,” kata Edy yang juga Ketua RT 35, Kelurahan Ngupasan.
BACA JUGA: Selama Ramadan, Jam Pelajaran Siswa di Bantul Dikurangi 10 Menit
Momen paling laris bagi pedagang makanan di Pasar Sore Kauman, jelas Edy, adalah menjelang lebaran. “Karena banyak yang mudik banyak yang jajan juga, mungkin bisa sampai Rp1 juta sehari omzetnya,” ujarnya.
Ketua Kampung Ramadan Jogokaryan, Nanda Eka, menyebut para pedagang makanan di sekitarnya tidak dipungut biaya. “Omzet mereka rata-rata Rp1 juta per hari, tidak ada sewa tempat hanya infaq seikhlasnya,” katanya, Kamis sore.
Nanda menyebut ada banyak pedagang yang mendaftar untuk bisa berjualan di Pasar Sore Jogokariyan yang ditolaknya.
BACA JUGA: Ramadan Fair dan Pasar Sembako Murah Dibuka di Sleman
“Ada banyak mungkin ratusan yang terpaksa ditolak dan kami arahkan ke wilayah lain, karena memang sudah penuh sekali. Kapasitas kami hanya 280 pedagang,” jelasnya.
Kapasitas pedagang tersebut, jelas Nanda, jika melebihnya bisa menimbulkan banyak resiko. “Terutama sampah dan kelancaran arus jalan juga, makanya memang dibatasi agar tertib juga,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Penembakan di Islamic Center San Diego tewaskan 5 orang. Diduga hate crime, FBI turun tangan, WNI dipastikan aman.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Industri perhotelan di Indonesia terus bergerak dinamis. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan bisnis dan wisata, The Ascott Limited.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.