Kasus ISPA di Bantul Masih Tinggi, Dinkes Minta Warga Waspada
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Pantai Parangtritis, Bantul, didatangi para wisatawan pada Jumat (1/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Bantul menyebut, tingkat okupansi hotel di wilayahnya diprediksi anjlok di angka 30 persen pada bulan Ramadan.
BACA JUGA: PHRI Sebut Daerah Selatan Perlu Berbenah
Fenomena itu biasa terjadi lantaran kalangan dinas, kementerian dan perusahaan banyak menyetop kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) saat memasuki bulan Puasa.
Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo mengatakan sejak lima tahun terakhir tren hunian hotel selalu anjlok saat masa Ramadan. Berbagai kegiatan di hotel juga berkurang drastis. Pelanggan hotel yang biasanya dari kalangan kedinasan dan perusahaan otomatis akan mengurangi kegiatan yang sifatnya di hotel lantaran adanya ibadah Puasa.
"Biasa di angka 30 persen okupansinya, sangat rendah sekali dan itu akan berlangsung selama sebulan penuh," kata Yohanes, Kamis (23/3/2023).
Dia menyebut, untuk mengimbangi pendapatan berkurang dari sisi hunian kamar industri perhotelan biasanya akan memaksimalkan layanan food and beverage atau makanan dan minuman selama bulan Ramadan. Penawaran yang biasanya diajukan berupa penyelenggaraan rapat akan diubah menjadi penawaran berbuka puasa bersama dan kegiatan bernuansa Ramadan lainnya.
"Karena kita kan punya beban untuk THR, insentif, servis dan gaji makanya di sana kita genjot. Yang tadinya penawaran meeting sekarang lebih ke buka puasa bersama ke dinas atau perusahaan yang ada di Bantul," ujarnya.
Paket yang ditawarkan pihak hotel biasanya beragam mulai dari buka puasa secara berkelompok maupun penawaran dengan sistem harga mulai dari Rp50.000 sampai Rp400.000. Layanan ini disebut sedikit banyak mampu menutupi ongkos operasional hotel dan lesunya tingkat hunian kamar.
"Biasanya empat sampai lima hari setelah puasa pertama baru ada agenda buka bersama. Pekan pertama biasanya digunakan seluruh masyarakat untuk buka bersama keluarga setelahnya baru dengan kolega dan rekan kerja," ucap Yohanes.
Kenaikan tingkat okupansi diperkirakan kembali signifikan menjelang akhir puasa dan di masa libur Lebaran. Pihaknya memprediksi tingkat hunian kamar hotel pada masa libur Lebaran mendatang akan meledak. Semua industri pariwisata disebut juga akan merasakan kenaikan pendapatan lantaran sektor tersebut sudah kembali pulih dari pandemi Covid-19.
"Kita berkaca pada 2022 lalu saja, semua kecipratan tidak hanya hotel tapi juga destinasi, guest house dan lainnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 4 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Alibaba resmi meluncurkan Qwen3.8-Max, model AI 2,4 triliun parameter dengan kemampuan coding otonom, multimodal, dan context window 1 juta token.
Forbes memperbarui daftar orang terkaya dunia per 3 Agustus 2026. Elon Musk masih memimpin dengan kekayaan Rp12.416 triliun, diikuti Larry Page dan Jeff Bezos.
Massive Attack mengaku ditahan dan diinterogasi di Singapura setelah mengibarkan bendera Palestina saat konser. Dua anggota juga dicekal masuk kembali.
5 aplikasi Google seperti YouTube, Chrome, Maps, Gmail, dan Google Home disebut paling banyak menguras baterai HP. Simak cara mengatasinya.