Advertisement

Ramadan, Okupansi Hotel di Bantul Anjlok 30 Persen

Yosef Leon
Kamis, 23 Maret 2023 - 14:27 WIB
Jumali
Ramadan, Okupansi Hotel di Bantul Anjlok 30 Persen Pantai Parangtritis, Bantul, didatangi para wisatawan pada Jumat (1/4/2022). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Bantul menyebut, tingkat okupansi hotel di wilayahnya diprediksi anjlok di angka 30 persen pada bulan Ramadan.

BACA JUGA: PHRI Sebut Daerah Selatan Perlu Berbenah

Advertisement

Fenomena itu biasa terjadi lantaran kalangan dinas, kementerian dan perusahaan banyak menyetop kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) saat memasuki bulan Puasa.

Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo mengatakan sejak lima tahun terakhir tren hunian hotel selalu anjlok saat masa Ramadan. Berbagai kegiatan di hotel juga berkurang drastis. Pelanggan hotel yang biasanya dari kalangan kedinasan dan perusahaan otomatis akan mengurangi kegiatan yang sifatnya di hotel lantaran adanya ibadah Puasa.

"Biasa di angka 30 persen okupansinya, sangat rendah sekali dan itu akan berlangsung selama sebulan penuh," kata Yohanes, Kamis (23/3/2023).

Dia menyebut, untuk mengimbangi pendapatan berkurang dari sisi hunian kamar industri perhotelan biasanya akan memaksimalkan layanan food and beverage atau makanan dan minuman selama bulan Ramadan. Penawaran yang biasanya diajukan berupa penyelenggaraan rapat akan diubah menjadi penawaran berbuka puasa bersama dan kegiatan bernuansa Ramadan lainnya.

"Karena kita kan punya beban untuk THR, insentif, servis dan gaji makanya di sana kita genjot. Yang tadinya penawaran meeting sekarang lebih ke buka puasa bersama ke dinas atau perusahaan yang ada di Bantul," ujarnya.

Paket yang ditawarkan pihak hotel biasanya beragam mulai dari buka puasa secara berkelompok maupun penawaran dengan sistem harga mulai dari Rp50.000 sampai Rp400.000. Layanan ini disebut sedikit banyak mampu menutupi ongkos operasional hotel dan lesunya tingkat hunian kamar.

"Biasanya empat sampai lima hari setelah puasa pertama baru ada agenda buka bersama. Pekan pertama biasanya digunakan seluruh masyarakat untuk buka bersama keluarga setelahnya baru dengan kolega dan rekan kerja," ucap Yohanes.

Kenaikan tingkat okupansi diperkirakan kembali signifikan menjelang akhir puasa dan di masa libur Lebaran. Pihaknya memprediksi tingkat hunian kamar hotel pada masa libur Lebaran mendatang akan meledak. Semua industri pariwisata disebut juga akan merasakan kenaikan pendapatan lantaran sektor tersebut sudah kembali pulih dari pandemi Covid-19.

"Kita berkaca pada 2022 lalu saja, semua kecipratan tidak hanya hotel tapi juga destinasi, guest house dan lainnya," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

OJK Ingatkan Masyarakat berhati-hati dalam Memberikan Informasi Data Pribadi

News
| Minggu, 21 Juli 2024, 02:57 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement