Jumlah Warga Lansia Kota Jogja 16%, Aktivitas dan Kesehatan Jadi Perhatian
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Salah satu spot foto menarik di Jogja yang terletak di kompleks Teras Malioboro 1/Instagram @terasmalioboro_
Harianjogja.com, JOGJA–Pariwisata di wilayah Solo dan Jogja dinilai dapat saling melengkapi. Hal itu diutarakan Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, merespons mulai menggeliatnya pariwisata di Solo, belakangan ini.
Kedua daerah tersebut menurut Singgih memiliki potensi pariwisatanya masing-masing, sehingga tidak dapat dijadikan kompetitor satu sama lain. "Yang ada Jogja tidak mesti ada di Solo, maka Ini jadi kelebihan kita,” katanya, Rabu (29/3/2023).
Menurut Singgih, kawasan Jogja dan Solo berada di kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Candi Borobudur, sehingga kedua kawasan tersebut harus saling melengkapi.
“Satu kawasan di Destinasi Super Prioritas [DSP] Borobudur menjadi bagian yang perlu kita rawat bersama, jadi konsepnya seperti itu. Sebuah kawasan bersama-sama, terintegrasi,” ujarnya.
BACA JUGA: Siap-Siap Daftar! Pemkab Bantul Ajukan 500 Formasi untuk Penerimaan ASN Tahun Ini
Sebelumnya, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Septriana Tangkary, dalam Seminar Genposting: Promosi Wisata Unggulan DIY, Sukseskan Program Bangga Berwisata di Indonesia, di The Alana Yogyakarta, Jumat (17/3/2023) lalu menyatakan Jogja masih perlu bebenah dalam beberapa hal terkait pariwisatanya.
“DIY masih perlu meningkatkan kembali promosi wisata di daerahnya dengan mengembangkan potensi wisata yang ada, meningkatkan kesan yang baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga length of stay lebih panjang dan quality of spending semakin tinggi,” katanya.
Dengan demikian, wisatawan bisa merasa puas berwisata di Jogja dan berkeinginan kembali lagi untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat setempat. Hal ini sejalan dengan target wisata 2024 yakni nilai tambah pariwisata atau quality tourism experience.
Hal tersebut harus didukung dengan kesiapan destinasi industri dan masyarakat, kapasitas sumber daya manusia (SDM), daya dukung lingkungan dan citra pariwisata yang berdaya saing nusantara. “Pemerintah mengembangkan program Bangga Berwisata di Indonesia, sebagai gerakan untuk mendorong minat masyarakat untuk berwisata di dalam negeri,” ungkapnya.
Program ini berdampingan dengan program Bangga Buatan Indonesia. Kedua program ini diharapkan dapat mendorong mobilitas wisatawan Nusantara dengan target 1,4 miliar pergerakan wisatawan dan menumbuhkan sentra ekonomi kreatif di setiap destinasi wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.