Advertisement

Ngeri! Rumah Warga di Wirokerten Bantul Terancam Ambrol

Yosef Leon
Kamis, 30 Maret 2023 - 16:27 WIB
Arief Junianto
Ngeri! Rumah Warga di Wirokerten Bantul Terancam Ambrol Penampakan rumah warga yang terancam longsor di Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Rumah warga di Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan terancam ambrol lantaran tanah penahan di sisi belakang rumah itu longsor. Rumah yang berbatasan langsung dengan Sungai Gajahwong itu ditakutkan longsor lantaran cuaca ekstrem yang terus berlangsung beberapa hari terakhir. 

Dalam unggahan di akun sosial medianya, warga bernama Novie Agustia itu mengklaim dirinya sudah mengadu ke sejumlah intansi. Petugas sudah datang melakukan survei ke lokasi tersebut dan dinyatakan akan segera diperbaiki.

Advertisement

Pada rekaman video yang turut diunggahnya, terlihat jarak sisi belakang rumah dengan bagian tanah yang longsor hanya satu meter. 

Ombudsman RI (ORI) DIY pada Kamis (30/3/2023) lantas menindaklanjuti keluhan warga perumahan Griya Wirokerten Indah itu yang mengeluhkan tanggul sungai samping rumahnya longsor.

"Baru saja saya dan tim turun ke lokasi, untuk identifikasi masalah di lapangan. Minggu depan Ombudsman RI DIY berencana mengumpulkan OPD dan pihak terkait untuk mencari solusi tuntas," kata Kepala ORI DIY, Budhi Masthuri.

BACA JUGA: Dua Hari Hujan Menyebabkan 14 Longsor di Gunungkidul

Menurutnya, kontur tanah di sebelah rumah pelapor tampak sudah sangat rentan dan titik terjauh longsoran sudah mendekati pondasi rumah.

Secara informal pihaknya sudah meminta Bupati Bantul memberi atensi dan menggerakkan jajaran terkait untuk mengambil langkah cepat dalam mencegah jatuhnya korban yakni dengan membuat tanggul sementara agar longsor tidak merambat pada tanah dibawah pondasi rumah. "Itu bisa jadi solusi sementara sampai nanti ada solusi dan tindaklanjut yang permanen," katanya. 

Budhi menyebut, sebenarnya pelapor sudah melaporkan hal ini ke DPUPKP Bantul tetapi petugas baru sebatas menyurvei dan belum ada kejelasan kapan akan diperbaiki.

Pelapor juga sudah mengadu ke BPBD Bantul namun hanya ditawarkan karung kosong dan harus membuat tanggul sendiri dengan alasan logistik sedang kosong. 

"Sementara di rumah tersebut pelapor tinggal sendiri bersama anak yang masih kecil, suami bekerja di luar kota sehingga jika hujan turun ia sangat waswas," jelasnya. 

Kepala DPUPKP Kabupaten Bantul Aris Suharyanta mengatakan, perbaikan talut yang longsor itu berada di kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Pihaknya juga sudah mengoordinasikan permasalahan itu kepada BBWSSO dan diklaim akan segera diperbaiki. 

"Kemarin warganya sudah ke sini dan kami jelaskan bahwa itu kewenangan dari BBWSSO. Sudah kami sambungkan juga ke BBWSSO dan akan segera diperbaiki, tapi kapan dan bagaimana itu sudah ramah nasional bukan Pemkab Bantul," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Digugat Praperadilan di PN Jaksel Oleh Sekjen DPR Indra Iskandar, Ini Kasusnya

News
| Sabtu, 18 Mei 2024, 18:57 WIB

Advertisement

alt

Hotel Mewah di Istanbul Turki Ternyata Bekas Penjara yang Dibangun Seabad Lalu

Wisata
| Sabtu, 18 Mei 2024, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement