Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta meminta warga Kulonprogo bagian Utara untuk waspada terkait dampak siklon tropis Herman yang memiliki kecepatan angin hingga 55 Knot atau 100 kilometer/jam.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono mengatakan siklon tropis Herman tersebut terpantau melalui bagian barat daya Pulau Jawa yang mengakibatkan terjadinya pola konvergensi serta pelambatan udara di wilayah Jawa dan DIY.
“Dengan begitu suplai udara di wilayah Jawa meningkat. Peningkatan itu menyebabkan aktivitas awan konvektif relatif meningkat. Hal ini lah yang memengaruhi terjadinya beberapa kondisi cuaca yang cukup ekstrem di wilayah Jawa dan DIY,” kata Warjono dihubungi pada Jumat (31/3/2023).
Karena itu, BMKG memperingatkan potensi cuaca tiga hari ke depan di DIY. Katanya, pada 2 April 2023, potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang melanda Kulonprogo bagian Utara dan di kabupaten/kota lain di DIY. Sedangkan pada 3 April 2023, potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang masih akan melanda Kulonprogo bagian Utara.
Lebih jauh, Warjono menjelaskan siklon tropis Herman memberikan dampak tidak langsung khususnya terhadap DIY dalam 24 jam ke depan seperti tinggi gelombang 4.0 – 6.0 meter di Perairan Samudera Hindia Selatan DIY. Karena itu Warjono meminta nelayan untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dan jika memungkinkan tidak melaut dalam 24 jam ke depan.
BACA JUGA: Petugas Temukan Daging Sapi Busuk Satu Lemari Penuh di Pasar Kulonprogo
“Kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Silakan mengambil langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko dampak susulan dengan memangkas dahan-dahan pohon yang berpotensi tumbang,” katanya.
Warjono juga mengimbau agar salurah air atau selokan yang tersumbat dapat dibersihkan. Apabila cuaca hujan ekstem disertai petir, masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.