Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi musim kemarau yang dimulai pada pertengaan bulan ini.
Kepala BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta mengatakan pada saat kemarau yang perlu diwaspadai adalah bencana kekeringan. Bahkan, katanya, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geoisika (BMKG) DIY bahwa kemarau pada tahun ini diprediksi lebih kering dibanding tahun lalu.
Ia mengatakan BPBD menyiapkan anggaran untuk suplai air bersih ke lokasi-lokasi yang rawan kekeringan. Anggaran suplai air bersih sebesar Rp26,5 juta atau setara dengan 76 tangki air di mana setiap tangkinya berkapasitas 5.000 liter.
BACA JUGA: Sebentar Lagi Kemarau, 4 Kapanewon di Menoreh Ini Rawan Kekeringan
“Kami juga akan membuat SK Siaga Darurat Kekeringan apabila dibutuhkan dengan dasar prakiraan cuaca atau pers realease dari BMKG dan berdasarkan kondisi di lapangan,” katanya, saat dihubungi, Senin (10/4/2023).
Jika anggaran dari BPBD tidak mencukupi, kata Agus, maka pihaknya akan mengajukan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkab Bantul. Tidak hanya itu, sumber anggaran juga memungkinkan untuk mengandalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk tambahan penyaluran air bersih ke masyarakat yang membutuhkan
“Kami akan mengajukan dan membuat proposal CSR ke dunia perbankan untuk tambahan belanja air bersih dan atau pembangunan pipanisasi saluran air atau bak penampungan air bersih,” ujarnya.
BACA JUGA: Waspadai Kekeringan, Awal April DIY Mulai Masuk Kemarau
Agus mengatakan sejumlah wilayah yang rawan kekeringan hampir sama dengan lokasi tahun lalu. Wilayah kekeringan paling tinggi atau zona merah yang menjadi langganan setiap tahun berada di kawasan perbukitan seperti kapanewon Dlingo, Piyungan, dan Pundong.
Adapun potensi kekeringan sedang atau zona kuning berada di wilayah Kapanewon Imogiri, Pleret, dan sebagian Kapanewon Pajangan, sebagian Kapanewon Kretek, dan sebagian Kapanewon Sedayu. "Sementara untuk yang lainnya aman dari bencana kekeringan atau masuk zona hijau kekeringan," paparnya.
Saat ini, lanjut Agus belum ada wilayah yang mengajukan suplai air bersih. Agus menambahkan selain mewaspadai kekeringan, pada musim kemarau ini pihaknya juga mewaspadai terjadinya kebakaran terutama kebakaran hutan. Karena itu Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan juga siap siaga setiap saat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.