Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Wisatawan memadati Pantai Parangtritis, Sabtu (16/6/2018). /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, BANTUL—Selama libur lebaran Idulfitri, warga Bantul diminta menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan maupun pemudik yang datang ke Bumi Projotamansari.
Wakil Bupati Bantul, Joko B. Purnomo mengatakan Covid-19 saat ini sudah melandai dan pemerintah juga tidak lagi membatasi ruang gerak masyarakat sehingga diprediksi destinasi wisata di Bantul akan diserbu oleh wisatawan dari berbagai daerah.
Hal itu juga sesuai dengan prediksi dari Dinas Perhubungan DIY bahwa wilayah Bantul bakal dikunjungi sekitar 1,5-2 juta wisatawan dan pemudik selama libur lebaran. Karena itu, Joko meminta masyarakat Bantul harus mempersiapkan diri menerima lonjakan kunjungan wisatawan.
“Kami mengajak masyarakat bisa menerima wisatawan dengan baik, menyiapkan hal-hal yang dibutukan wisatawan. Misalnya tempat kulinernya dan parkirnya dan sebagainya. Sehingga Bantul benar-benar siap menerima wisatawan dalam rangka liburan panjang lebaran 2023,” kata katanya saat ditemui di Balai Kaluraan Palbapang, Bantul, Kamis (13/4/2023).
Pemkab, lanjutnya, menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung wisata melalui Dinas Pariwisata demi keamanan dan kenyamanan wisatawan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian dan TNI serta sukarelawan yang sudah membentuk tim pengamanan di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas di jalan demi kelancaran mobilitas wisatawan maupun pemudik.
Tentu, kata dia, Pemkab dan aparat tidak bisa bekerja sendiri, namun perlu dibantu oleh masyarakat untuk menjaga kondusifitas, menjaga keamanan dalam menyambut wisatawan. Dia berharap wisatawan betah tinggal dan banyak membelanjakan uangnya di Bantul sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian di Bumi Projotamansari.
“Berikan kesan yang baik untuk wisatawan sehingga wisatawan betah dan mau kembali lagi berwisata di Bantul,” ujarnya.
Joko berpesan agar masyarakat tidak menjadikan momen liburan lebaran ini sebagai aji mumpung untuk meraup keuntungan pribadi dengan menaikkan harga-harga makanan atau minuman atau souvenir lainnya yang di luar batas kewajaran. Alasannya, hal itu dapat berdampak buruk bagi dunia pariwisata dan bisa merugikan masyarakat.
“Paling penting [liburan lebaran ini] jangan dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan yang tidak sesuai perundangan, misalkan orang Jawa bilang ditutuk regane, jangan sampai. Sewajarnya saja,” tandasnya.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi Wisata Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan Bidang Destinasi sudah mengumpulkan sejumlah pelaku usaha jasa pariwisata beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut untuk mengingatkan kembali agar pelaku usaha jasa pariwisata memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan selama libur lebaran ini.
Dalam pertemuan tersebut juga salah satunya mengingatkan untuk menerapkan harga sewajarnya dan menempelkan harga warung atau jasa usaha wisata lainnya. “Tetapi wisatawan juga dimohon tidak ragu untuk menanyakan harga seandainya saat mau makan di warung tidak ada daftar harganya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Mobil bergetar saat berhenti, melaju, atau mengerem bisa menjadi tanda masalah mesin, ban, roda, transmisi hingga rem.
Satpol PP Bantul akan menertibkan bangunan liar dan semi permanen di sepanjang JJLS yang dinilai melanggar aturan ketertiban umum.
Erupsi GAK menutup delapan bandara. Menhub memastikan penumpang mendapat refund 100 persen atau reschedule penerbangan.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tak mengarah ke DIY. Sultan dan Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap memakai masker.