Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi gelombang tinggi 4-6 meter melanda laut selatan Bantul sejak 15 April hingga 17 April besok. Nelayan setempat pun terpaksa tidak melaut.
Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Etik Setyaningrum mengatakan prakiraan gelombang tinggi terjadi sejak 15 April pukul 19.00 WIB sampai 17 April pukul 19.00 WIB di laut selatan DIY, termasuk Bantul.
Kategori gelombang sangat tinggi, yakni 4-6 meter dengan kecepatan angin barat daya-barat laut 2-15 knot. “Diimbau kepada masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di pesisir selatan DIY untuk selalu waspada,” katanya, saat dihubungi Minggu (16/4/2023).
BACA JUGA : Potensi Gelombang Tinggi Masih Terjadi di DIY
Salah satu nelayan Pantai Samas, Hadi mengaku sudah tidak melaut sejak beberapa hari lalu karena adanya gelombang tinggi. Ia bahkan memperkirakan gelombang tinggi masih terjadi sampai lebaran mendatang. “Prakiraan cuaca, gelombang pasang terjadi hingga H+2 lebaran, praktis nelayan di Pantai Samas paceklik rezeki,” katanya.
Hadi mengaku satu pekan yang lalu nelayan masih bisa melaut namun hasilnya juga tak bisa diharapkan. Hanya nelayan yang memiliki jaring kanyut atau jaring untuk menangkap udang laut atau jerbung yang masih mendapatkan tangkapan udang.
Namun demikian hanya beberapa nelayan yang memiliki jaring kanyut. Kondisi gelombang laut yang tak bersahabat ini menyebabkan Hadi memilih untuk menggarap lahan pertanian yang dimilikinya, namun tanaman yang saat ini ditanam belum panen jelang lebaran mendatang. “Ada tanaman kacang di lahan pasir namun belum musimnya panen jelang lebaran ini,” ujarnya.
BACA JUGA : BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi
Nelayan lainnya di Pantai Samas, Sapon juga mengaku lebaran tahun ini memprihatinkan karena hampir dua pekan dirinya tidak melaut bahkan sampai lebaran diperkirakan juga belum bisa melaut akibat gelombang tinggi. Sehingga dirinya tidak memiliki penghasilan sama sekali.
“Enggak punya uang. Melaut saja tidak bisa. Bagimana mau pulang kampung menemui cucu,” ucapnya.
Padahal sebelumnya ia sudah menjadwalkan untuk pulang kampung di Cilacap, Jawa Tengah untuk menemui cucu. Namun dengan kondisi saat ini yang tidak memiliki penghasilan ia memilih mengurungkan niatnya pulang kampung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Jadwal pelayanan SIM Sleman Kamis 10 September 2026. Cek lokasi Satpas Polresta Sleman dan Mall Pelayanan Publik beserta jam operasionalnya
Liverpool bangkit mengalahkan Atletico Madrid 2-1 di Anfield. Gol Mac Allister membantu The Reds meraih tiga poin di Liga Champions 2026/27.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Kamis 10 September 2026 di Alkid, MPP, dan Satpas. Cek rincian biaya penerbitan dan perpanjangan lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Kamis 10 September 2026 buka di Kapanewon Nanggulan. Cek jam layanan dan syarat perpanjangannya di sini.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Kamis 10 September 2026 buka di Balai Kalurahan Siraman Wonosari. Cek jam layanan dan syaratnya di sini.