Omzet Pasar Tradisional Bantul Turun 17 Persen, Ini Sebabnya
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyiapkan sebanyak Rp20 juta yang nantinya digunakan untuk mengalokasikan air bersih bagi daerah yang membutuhkan selama musim kemarau.
Prediksi BMKG wilayah DIY akak memasuki musim kemarau pada Mei mendatang dan puncaknya pada Agustus.
"Informasi dari BMKG kekeringannya memang agak lebih panjang tahun ini. Tahun lalu kan itu kemarau basah tetapi tahun ini karena kemaraunya lebih cepat maka lebih panjang, masuknya itu Mei dan sampai Agustus prediksi puncaknya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, Jumat (28/4/2023).
Antoni menerangkan, anggaran sebanyak Rp20 juta itu disamakan dengan alokasi anggaran dropping air bersih tahun lalu.
Pada tahun lalu, ia menyebut hanya sedikit wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih lantaran kondisi kemarau yang cenderung basah. Pada tahun ini pihaknya memprediksi anggaran sebanyak itu cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
"Kami prediksi sama dengan tahun lalu, kalau tidak cukup bisa dengan belanja tak terduga [BTT] maupun CSR dari perusahaan. Nanti juga bisa dibantu dari dinsos dan instansi lain untuk mengatasi masalah kekeringan," ungkapnya.
Adapun sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul yang diprediksi mengakami kekeringan di antaranya yakni Dlingo, Piyungan dan Pundong. Ketiga wilayah itu memang masuk ke dalam klasifikasi zona merah kekeringan dan kemudian Imogiri, Pleret, dan sebagian Pajangan, Kretek dan Sedayu yang masuk ke dalam klasifikasi zona kuning.
"Dengan musim kemarau yang lebih panjang ini kemungkinan butuh banyak dropping air, tetpi kami sudah siap. Kami imbau masyarakat hendaknya pada saat musim hujan itu melakukan penampungan air dengan bak buatan, menjaga mata air serta menggunakan air dengan bijak seperlunya saja," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.