Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Sejumlah kendaraan terparkir di Taman Parkir di depan Pasar Argosari Wonosari. Pemkab berencana melakukan penataan di kawasan ini. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul berencana menata kawasan Taman Parkir di depan Pasar Argosari, Wonosari. Total anggaran yang disediakan sebesar Rp2,3 miliar.
Sekretaris DPUPRKP Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan, penataan ibukota kabupaten sudah dilakukan sejak tahun lalu. Rencananya di 2023 masih dilanjutkan dengan meneruskan pengerjaan yang terlaksana lebih dulu. "Penataan tahap dua dialokasikan Rp14,7 miliar," kata Putro kepada wartawan, Kamis (11/5/2023).
BACA JUGA: Tahun Ini Pembangunan di Kawasan Tugu Tobong Gunungkidul Dilanjutkan
Selain itu, juga ada rencana penataan di kawasan Taman Parkir di depan Pasar Argosari. Program ini juga masih ada kaitannya dengan penataan ibukota kabupaten yang dilaksanakan oleh Pemkab Gunungkidul. "Penataan kota dilakukan mulai dari Bundaran Siyono hingga perempatan Baleharjo," katanya.
Putro mengungkapkan, untuk penataan Taman Parkir, pemkab sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,3 miliar. Meski demikian, ia belum bisa memaparan terkait dengan detail yang akan dikerjakan karena prosesnya masih dalam tahap finalisasi dokumen perencanaan.
“Nanti kalau sudah selesai kami kabari. Yang jelas, akan dirapikan supaya lebih bagus untuk menunjang pusat kota dan kegiatan perekonomian,” kata mantan Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah ini.
Menurut dia, tahapan penataan Taman Parkir masih panjang. Pasalnya, setelah penyusunan dokumen perencanaan selesai masih ada review dari Inspektorat yang dilanjutkan proses lelang. "Setalah ada pemenang lelang baru mulai pengerjaan. Kami optimistis program dapat selesai sesuai dengan jadwal yang telah disusun,” katanya.
BACA JUGA: Pembangunan Belum Tuntas, Geliat Ekonomi di Jalan Baru Gunungkidul Mulai Terlihat
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, penataan wajah kota terus dilakukan. Untuk tahap kedua sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp14,7 miliar. “Sekarang masih dalam proses dalam proses lelang. Mudah-mudahan cepat selesai dan pengerjaan bisa dilanjutkan,” kata Irawan.
Dia menjelaskan, untuk penataan, tidak hanya sebatas melanjutkan pembangunan jalur pedestrian yang telah dimulai di 2022. Rencananya, juga masih menyasar di kawasan Bundaran Tugu Tobong Gamping di Kalurahan Logandeng, Playen.
Menurut dia, aspal di kawasan tugu akan dibuat lebih rata karena kondisi sekarang sisi timur lebih rendah. Selain itu, juga ada pemindahan drainanse yang posisi di tengah jalan ke sisi barat. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.