DPRD Sleman Perketat Pengawasan Usai Temuan 11 Bayi di Pakem
DPRD Sleman akan mengevaluasi instansi pemerintah tiap tiga bulan usai temuan 11 bayi di rumah wilayah Pakem, Sleman.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Ketua DPRD Kabupaten Kulonprogo, Akhid Nuryati menjadi salah satu konstestan yang akan bertarung dalam Pemilihan Umum 2024 untuk memperebutkan kursi DPRD DIY melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Ketika dikonfirmasi oleh Harianjogja.com, Akhid membenarnya bahwa dirinya maju menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD DIY. “Benar saya maju menjadi bacaleg DPRD DIY. Ada beberapa alasan yang melatarbekakangi kenapa saya menjadi bacaleg DPRD DIY seperti alasan geografis bahwa saya berasal dari wilayah selatan,” kata Akhid, Minggu (14/5/2023).
Akhid menambahkan bahwa dia mencoba mendukung dan ingin terlibat dalam visi misi Gubernur DIY yaitu Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja. Menurut dia, wilayah selatan Kabupaten Kulonprogo sangat potensial dikembangkan.
“Wilayah selatan yang potensial untuk didanai dengan Dana Kesitimewaan baik melalui program desa maritim maupun lumbung mataram itu butuh seseorang yang fokus [untuk wilayah itu],” katanya.
BACA JUGA: Caleg Gunungkidul Dihiasi Muka Lama, 6 Petahana Cari Peruntungan ke Provinsi
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Kulonprogo ditopang bukan hanya sektor pertanian namun juga sektor jasa. Ada pergeseran, kata Akhid.
“Hal tersebut butuh orang yang notabene benar-benar bisa membaca potensi Kulonprogo dan mengaplikasikan kebutuhan Kulonprogo dalam APBD Provinsi dan Dana Keistimewaan serta Dana Alokasi Khusus,” ucapnya.
Lebih jauh, Akhid menegaskan bahwa koordinasi antara DPRD Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo tergolong kurang. Hal tersebut menjadi alasan lain yang mendorong Akhid menjadi anggota DPRD Provinsi.
“Program-program daerah yang skeman pendanaannya melalui provinsi atau pusat itu koordinasinya sangat kurang dan lemah. Dengan begitu tidak tampak sinergitas antara yang dibutuhkan daerah dengan provinsi,” lanjutnya.
Bahkan ada beberapa program milik provinsi yang tidak tersosialisasikan dengan baik. Dua hal fundamental tersebut lah, kata Akhid yang menjadi dorongan kuat untuk berlaga di Pemilu 2024 DPRD Provinsi.
“Contoh konkret adalah jembatan Glagah yang telah menjadi kewenangan nasional. Sebelumnya kewenangan provinsi. Nah, itu kan perlu sinergitas pemkab, pemda DIY, dan OPD level provinsi untuk dikoordinasikan dengan baik,” pungkasnya.
Selain Akhid, Ketua Komisi I DPRD Kulonprogo, Suharto juga melaju ke bursa Pemilu 2024 untuk DPRD DIY melalui Partai Golkar. “Saya menjadi bacaleg DPRD DIY. Alasan saya, pertama saya sudah empat periode di DPRD Kabupaten. Selain itu, saya akan berupaya untuk mengawal program untuk daerah utamanya Kabupaten Kulonprogo yang saya pandang belum signifikan. Anggarannya masih sedikit. Padahal infrastruktur di Kulonprogo masih kurang. Terlebih kemiskinan di Kulonprogo juga masih banyak,” kata Suharto, Minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman akan mengevaluasi instansi pemerintah tiap tiga bulan usai temuan 11 bayi di rumah wilayah Pakem, Sleman.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.