Jelang Iduladha, Permintaan Kambing di Bantul Diprediksi Meningkat
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Kekeringan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi puncak kemarau 2023 di Bantul terjadi pada bulan Agustus.
Namun, sebagian kecil wilayah Bantul di bagian barat akan berlangsung di bulan Juli 2023. Diperkirakan pula musim kemarau 2023 ini berkisar selama lima hingga enam bulan atau lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya.
BMKG menghimbau pemerintah daerah dan masyarakat luas untuk lebih siap dan antisipatif terhadap dampak musim kemarau yang diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu juga dihimbau untuk daerah-daerah dengan peluang terjadinya curah hujan rendah dan rentan terhadap bencana kekeringan perlu melakukan langkah antisipasi memilih budi daya pertanian dengan minim pengairan, mewaspadai kebakaran hutan, lahan dan semak, serta menghemat penggunaan air bersih untuk meminimalkan berkurangnya air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Agus Yuli Herwanta menyampaikan, untuk mengantisipasi terjadinya bencana kekeringan karena musim kemarau 2023 di Kabupaten Bantul pihaknya telah mempersiapkan pasokan air bersih.
“Memang disebutkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika [BMKG] pada Mei dasarian II harus mempersiapkan apa yang menjadi potensi munculnya kemarau, dari kami persiapannya dropping air bersih,” kata dia, Jumat (26/5/2023).
BACA JUGA: 3 Bidang Tanah Kas Desa Kena Tol Jogja-Solo, Uang Ganti Rugi Rp7,3 Miliar
Menurut dia untuk kebutuhan pasokan air bersih umumnya menyesuaikan dengan panjang masa kemarau 2023. Adapun nominal dropping air bersih yang dipersiapkan sama dengan tahun sebelumnya yakni sejumlah Rp22 juta.
“Menyiapkan segitu dengan potensi kekeringan seperti kemarin tidak kita gunakan artinya cukup dan sisa,” ujarnya.
Dari pengamatan di tahun-tahun sebelumnya, wilayah yang mengalami kekeringan karena musim kemarau ada di Kapanewon Pajangan, Dlingo, Pandak, Pundong, Piyungan, dan Imogiri.
Namun untuk beberapa titik yang biasanya mendominasi kebutuhan air bersih seperti wilayah Imogiri kini nihil permintaan air bersih ke BPBD Bantul lantaran sudah dilakukan pengeboran sumur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.