Alumni Jepang Bentuk KAWAN JAPAN, Bidik Wirausahawan Baru
Alumni Jepang membentuk KAWAN JAPAN di Sleman untuk memperkuat jejaring dan mendorong lahirnya wirausahawan baru di Indonesia.
Pembangunan perdana erection girder di atas selokan mataram ini berlokasi di Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Sabtu (27/5/2023). Dok.JJB
Harianjogja.com, SLEMAN—Pekerjaan erection girder perdana di Proyek Pembangunan Jalan Tol Jogja – Bawen Seksi 1 atau di atas Selokan Mataram berhasil dibangun. Pembangunan perdana erection girder ini berlokasi di Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman.
Erection girder merupakan proses pemasangan atau perakitan segmen precast atau girder menjadi suatu frame atau kerangka dari struktur jembatan. Untuk Tol Jogja Bawen Seksi 1 ini, pengerjaan erection girder akan dibangun di empat titik Selokan Mataram.
Struktur jembatan tersebut akan dibangun di atas Selokan Mataram yang melintasi Kalurahan Margomulyo dan Margodadi (titik I), Kalurahan Margokaton (titik II), Kalurahan Margokaton (titik III) dan Kalurahan Banyurejo (titik IV).
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), A.J Dwi Winarsa, menyampaikan kegiatan erection girder ini sudah disiapkan dengan baik sehingga dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan lancar. "Proses erection girder memiliki banyak aspek teknis yang perlu diperhatikan meliputi kualitas, waktu, biaya, metode dan risiko," katanya, Sabtu (27/5/2023).
Pekerjaan erection girder di Selokan Mataram ini terdapat 20 gelagar yang dibagi menjadi dua dengan dimensi yang berbeda. Masing-masing, sebanyak 10 gelagar panjang bentang sejauh 40,8 meter dengan berat 88 ton dan 10 gelagar memiliki panjang bentang 30,8 meter dengan berat 58 ton.
Pekerjaan erection girder ini menggunakan dua unit crawler crane cap 250 Ton (crane erection) dan satu unit crawler crane cap 120 Ton (crane loading). "Proses pengangkatan hingga pemasangan membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk setiap bentang girder. Penyelesaian pekerjaan tersebut direncanakan selesai dalam waktu 5 hari sejak 23–27 Mei 2023.
Winarsa mengklaim proses pengerjaan erection girder tersebut menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang merupakan hal yang dipenuhi oleh penyedia jasa konstruksi. Mulai dari pemeriksanaan kondisi alat dan sarana penunjang lainnya, kesehatan untuk petugas dan operator alat berat juga harus dipastikan berada dalam kondisi baik.
"Kami selalu berkordinasi dengan pihak-pihak terkait sehingga proses erection girder ini tidak menggangu aktifitas masyarakat sekitar. Pekerjaan jembatan ini juga di buat agar tidak menggangu aliran Kali Mataram," katanya.
BACA JUGA: Tol Jogja Bawen Terdiri dari Enam Seksi dan Dibangun Simultan
Kesuksesan pelaksanaan erection girder perdana ini merupakan, diklaim sebagai salah satu sinyal positif terhadap penyelesaian konstruksi Jalan Tol Jogja-Bawen. Jika sudah beroperasi penuh, katanya, maka perjalanan dari Semarang menuju Jogja atau sebaliknya akan menjadi lebih cepat, dari sebelumnya.
"Kalau sebelumnya Jogja Semarang memakan waktu 3 jam maka jika tol ini beroperasi menjadi hanya 1,5 jam. Pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat melancarkan distribusi barang dan jasa, pengembangan industri dan pariwisata serta meningkatkan konektivitas khususnya di sisi selatan Pulau Jawa," kata Winarsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alumni Jepang membentuk KAWAN JAPAN di Sleman untuk memperkuat jejaring dan mendorong lahirnya wirausahawan baru di Indonesia.
Mutasi Polri November 2026 menyasar enam perwira terkait Polda DIY, termasuk pergantian Kapolresta dan Wakapolresta Yogyakarta.
Sri Sultan mengingatkan pemanfaatan kekayaan geologi Indonesia harus memperhatikan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
PVMBG menjelaskan daratan baru di perairan Tual terbentuk dari material mud volcano yang terdorong ke permukaan setelah aktivitas gempa.
Rosan Roeslani menargetkan laporan keuangan Danantara selesai November 2026 setelah proses konsolidasi lebih dari 1.000 perusahaan.
DPRD Kulonprogo meminta event wisata tetap digelar pada 2027. Dispar mencatat 12 agenda, termasuk Arung Progo Festival menuju PON 2028.