Syarat Pendaftaran Sekolah Rakyat Gunungkidul, Dibuka SD hingga SMA
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
Wakil Ketua Umum 3 Bidang Kelautan dan Perikanan, Joseph Pangalila saat menyerahkan berkas hibah untuk mesin produksi oksigen ke Direktur RSUD Wonosari Rudi Sulistyowati di ruang Yudistira RSUD Wonosari, Minggu (28/5/2023). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memberikan hibah alat produksi oksigen ke RSUD Wonosari. Diharapkan bantuan bisa menjadi salah satu upaya peningkatan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Wakil Ketua Umum 3 Bidang Kelautan dan Perikanan, Kadin, Joseph Pangalila mengatakan, pemberian alat produksi oksigen ke RSUD Wonosari tidak lepas terjadinya puncak pandemi corona di 2021-2022. Saat itu, sambung dia, jumlah kasus mengalami peningkatan yang sangat signifikan sehingga banyak rumah sakit yang kekurangan oksigen.
Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka Kadin berinsiatif memberikan bantuan ke rumah sakit-rumah sakit terpilih. Salah satunya diberikan ke RSUD Wonosari.
BACA JUGA : Lonjakan Pasien Covid-19, Produksi Oksigen di RSUD
“Meski pandemi telah mereda, tapi alat bantu oksigen masih bisa dimanfaatkan dalam peningkatan pelayanan,” kata Joseph, Minggu (28/5/2023).
Menurut dia, secara total ada 60 mesin alat produksi oksigen yang diberikan oleh Kadin dan tersebar di sejumlah wilayah di Gunungkidul. “Bantuan ada yang diberikan ke rumah sakit sampai Wamena di Papua,” katanya.
Joseph menambahkan, pemberian tidak hanya sebatas bantuan mesin. Pasalnya, juga ada cadangan sparepart pada saat terjadi kerusakan, serta proses perawatan mesin selama dua tahun.
“Dalam rentang waktu dua tahun, saya kira sudah bisa memberikan pelatihan dalam perawatan. Sedangkan pemanfaatan, sehari bisa membuat 60 tabung oksigen dan bisa disalurkan ke puskesmas-puskesmas,” katanya.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati berterimakasih kepada Kadin yang telah memberikan bantuan mesin untuk produksi oksigen. Fasilitas ini, lanjut dia, bisa menjadi sarana pendukung dalam memberikan pelayanan ke masyarakat. “Jelas sangat membantu untuk menjaga pasokan oksigen ke pasien,” katanya.
BACA JUGA : Jaga Pasokan, RSUD Saptosari Pinjam Oksigen ke Rumah
Adanya fasilitas ini, RSUD Wonosari tidak khwatir dengan stok oksigen dikarenakan cadangan yang dimiliki sangat melimpah. “Memang pada saat puncak corona, kami sempat kekurangan. Tapi, sekarang dengan tambahan alat produksi baru, maka stok oksigen tidak ada masalah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)