Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Puluhan supplier daging ayam menggelar aksi di Pasar Seni dan Wisata Gabusan, Kamis (22/6/2023)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Puluhan supplier atau pemasok daging ayam di Bantul yang tergabung dalam Paguyuban Squad Chicken menggelar aksi damai di Pasar Seni dan Wisata Gabusan, Bantul, Kamis (22/6/2023). Mereka memprotes tingginya harga daging ayam di pasaran sejak beberapa bulan terakhir.
Koordinator Aksi, Taufik Ahmad mengatakan aksi damai adalah bentuk protes terhadap harga ayam potong yang terus naik hingga menembus angka Rp42.000 per kilogram. Kenaikan tersebut membuatnya harus memasok daging ayam kepada para pedagang kecil di pasaran dengan harga tinggi atau sekitar 40.000 per kilogram.
Akibatnya para supplier ini sering mendapat protes dari para pedagang. Padahal mereka mengaku harga daging ayam juga dipengaruhi dari perusahaan besar pemasok ayam. “Kami ini mengambil dari mitra PT, jadi mereka yang menentukan harga ayamnya,” katanya.
BACA JUGA: Jelang Lebaran, Harga Telur dan Daging Ayam di Gunungkidul Naik Tipis
Menurut Taufik, berdasarkan keterangan perusahaan pemasok ayam, mahalnya harga ayam karena pakan yang mahal dan jumlah DOC yang terbatas. Ayam DOC atau Day Old Chicken adalah ayam dengan umur dibawah 10 hari dan paling lama 14 hari setelah ayam itu menetas.
Para supplier daging ayam saat ini mengambil ayam dengan harga Rp 25.000 per kilogram ayam hidup.
Salah satu supplier ayam asal Palbapang, Bantul, Wahyudi Budi Santoso berharap pemerintah bisa turun tangan dengan melambungnya harga daging ayam ini.
“Saat ini eceran sudah sampai Rp42.000 per kilogram. Dengan kenaikam harga membuat daya beli masyarakat menurun. Omset kita juga turun 40 sampai 50 persen. Misal biasanya satu supplier bisa satu ton, sekarang menjadi 500 atau 600 kilogram,” ucapnya.
Aksi damai yang dilakukan sekitar satu jam tersebut kemudian dilanjutkan dengan konvoi puluhan kendaraan pikap dan truk yang berisi keranjang kosong wadah ayam. Mereka keliling Bantul hingga Jalur Jalan Lintas Selatan sebagai bagian dari protes tingginya harga ayam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.