TECNO Hadirkan Laptop AI MEGABOOK K14S
TECNO, brand teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO MEGABOOK K14S. Laptop berukuran 14 inci ini memadukan performa tingg, desain premium
Anggota Komisi II DPR RI, Ibnu Mahmud Bilalludin (empat dari kanan) bersama penerima sertifikat tanda bukti hak tanah di Kopi Ingkar Janji, Kamis (22/6/2023). - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
KULONPROGO—Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggencarkan sosialisasi Program Strategis Nasional (PSN) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Sosialisasi dinilai penting agar bidang tanah yang ada memiliki sertifikat tanah yang sah. Dengan begitu, pemilik tanah tidak menjadi korban mafia tanah.
Anggota Komisi II DPR RI yang membidangi pertanahan dan reforma agraria, Ibnu Mahmud Bilalludin mengatakan jajarannya mendorong Kementerian ATR/BPN untuk menyosialisasikan PTSL agar masyarakat paham tata cara mengurus sertifikat tanah.
“Mafia tanah itu ada. Mereka memanfaatkan informasi atau ketidaktahuan warga [untuk mengambil alih kepemilikan tanah],” kata Ibnu saat ditemui di Kopi Ingkar Janji, Kalurahan pendoworejo, Kapanewon Girimulyo, Kamis (22/6).
Ketidaktahuan masyarakat tersebut membuat Komisi II mendorong Kementerian ATR/BPN untuk menggencarkan sosialiasi PTSL yang menjadi PSN. Dia menegaskan Komisi II berkomitmen memberantas mafia tanah.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembentukan Panitia Kerja (Panja) Pemberantasan Mafia Tanah yang siap menerima laporan masyarakat dalam kasus perampasan tanah. “Kami mendorong Kementerian ATR/BPN untuk menambah atau memasifkan sosialisasi pertanahan seperti di Kulonprogo ini. Pesertanya juga dari warga, dukuh, lurah, sampai anggota Dewan,” katanya.
BACA JUGA: Satpol PP DIY: 25 Tempat Usaha Berpotensi Melanggar Penggunaan Tanah Kas Desa
Kepala Kantor Pertanahan Kulonprogo, Anna Prihaniawati mengatakan pemerintah memiliki ketugasan untuk menyertifikatkan tanah agar ada kepastian hukum atas kepemilikan tanah.
“Sengketa yang mungkin terjadi akan berkurang kalau kepemilikan tanah jelas. Di Kulonprogo dengan luas wilayah sekitar 58.627 hektare, semua bidang tanah sudah terpantau di ATR/BPN,” kata Anna.
Menurutnya, saat ini tersisa sekitar 3% bidang tanah yang belum terdaftar di ATR/BPN. Pada 2023, ATR/BPN Kulonprogo mengukur tanah di Kalurahan Plumbon, Temon, dengan target 345 hektare.
“Bidang tanah yang sudah bersertifikat di Kulonprogo sekitar 387.221 bidang. Kalau bidang tanah yang sudah ada haknya ada 375 bidang, sementara kalau melihat daftar pajak tanah ada 350.000 bidang,” katanya.
ATR/BPN Kulonprogo juga mengimbau agar bidang tanah untuk area persawahan tidak dipecah agar tidak terjadi alih fungsi lahan yang masif. Dengan begitu, swasembada pangan tetap terjaga. “Kami tidak hanya mendaftar tanah, namun juga menjaga tata ruang sesuai rencana yang ada,” katanya.
Dalam acara sosialisasi juga diserahkan sertifikat tanah secara simbolis kepada empat warga Kulonprogo dan satu warga Jogja yang memiliki tanah di Kulonprogo. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TECNO, brand teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO MEGABOOK K14S. Laptop berukuran 14 inci ini memadukan performa tingg, desain premium
FIFA resmi meluncurkan FIFA ASEAN Cup 2026 yang masuk kalender resmi FIFA. Indonesia menjadi tuan rumah Premier Division dengan hadiah juara mencapai US$1 juta.
Pengiriman chipset smartphone global turun 15% di semester I-2026. Qualcomm dan MediaTek tertekan, Apple & Samsung naik. Simak analisis lengkap Counterpoint!
Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan jumlah universitas terbanyak, mencapai 3.277 kampus. Simak daftar lengkap 10 negara teratas.
Putri Kusuma Wardani bertahan di peringkat 6 dunia BWF per 30 Juli 2026. Pebulu tangkis Indonesia itu hanya terpaut 565 poin dari posisi lima besar yang ditempa
Wakil Ketua DPRD Bantul, Agung Laksmono, mendorong pengembangan pariwisata menjadi salah satu cara Kabupaten Bantul memperkuat kemandirian fiskal di tengah kebi