Pariwisata Sleman Hadapi Tantangan Jalan Tol, DPRD Minta Strategi Baru
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
Sejumlah wisatawan bermain bakiak di Desa Wisata Brayut, beberapa waktu lalu./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO--Desa Wisata di wilayah Kulonprogo diminta untuk memiliki identitas sebagai kekhasan. Dengan begitu, pengunjung akan memiliki banyak opsi untuk berlibur dan tidak mudah bosan.
Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan sampai saat ini Kulonprogo telah memiliki 23 Desa Wisata. “Sedari awal, kami telah meminta para pengelola Desa Wisata agar memiliki identitas yang berbeda-beda. Berarti temanya tidak sama. Seperti di Lendah itu temanya kesehatan,” kata Joko, Minggu (25/6/2023).
BACA JUGA: Angka Kunjungan di Desa Wisata Kulonprogo Meningkat Ketika Libur Lebaran
Joko menambahkan dengan adanya Peraturan Daerah No.2/2021 tentang Perubahan Atas Perda No.9/2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2015-2025 dapat mengarahkan pengembangan kepariwisataan yang kolaboratif, berbasis budaya, berkelanjutan, dan berkelas dunia.
“Berbagai elemen akan kami gerakkan dan kami ajak bersinergi untuk melahirkan pariwisata Kulonprogo yang mendunia,” katanya.
Upaya tersebut telah membuahkan hasil dengan masukkan Kabupaten Kulonprogo sebagai penerima penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) selama tiga tahun berturut-turut. Tahun 2021, Desa Wisata Tinalah mewakili Kulonprogo di ADWI. Lalu, tahun 2022 giliran Desa Wisata Widosari menjadi wakil Kulonprogo dan terakhir, Desa Wisata Hargotirto mengukuhkan hattrick ADWI.
“Sekali lagi, kami selalu menerapkan soliditas, sinergitas, dan kreativitas. Misalnya di Desa Wisata terjadi hubungan erat dengan Bumdes, Pokdarwis, dan Kalurahan. Karya dan kerja kreatif juga penting agar Desa Wisata tidak stagnan,” ucapnya.
Krativitas tersebut mewujud seperti di Desa Wisata Hargotirto dengan tagline Pulang ke Rumah Simbah. Tagline tersebut merangkum sebuah konsep pariwisata yang menawarkan susasan masa lalu atau masa kecil ketika berada di rumah simbah atau nenek.
Paniradya Pati Kaistimewaan DIY, Aris Eko Nugroho mengapresiasi masukkan Kulonprogo sebagai penerima ADWI tiga tahun berturut-turut. Karena itu, dia mengimbau agar kualitas dan pelayanan di tiga Desa Wisata tersebut dijaga.
“Harapan kami teman-teman yang telah mendapat penghargaan jangan kemudian merasa puas,” kata Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
Serikat PRT dan sejumlah organisasi sipil mendesak penegakan hukum kasus dugaan keracunan MBG di Jogja dan meminta kasus diusut tuntas.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.