Hati-hati! Penipuan Booking Hotel di Jogja Kembali Marak
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.
Grebeg Besar./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam prosesi rayahan gunungan garebeg besar Iduladha 1444 H di Masjid Gedhe Kauman, Kamis (29/6/2023), sejumlah warga yang menonton tradisi itu mengalami kecopetan.
Sukinah, warga Depok, Jawa Barat mengatakan awalnya saat akan merayah gunungan tasnya dalam keadaan tertutup, kemudian dia setelah merayah gunungan, dia menyadari tasnya dalam kondisi terbuka.
Saat itu, dia sadar isi tasnya telah raib. “Yang hilang ponsel sama satu dompet. Di dompet ada KTP, ATM, BPJS, uang,” katanya saat ditemui seusai garebeg besar di Masjid Gedhe.
BACA JUGA: Grebeg Syawal Kembali Digelar Luring Tahun Ini, Pengunjung Dilarang Terbangkan Drone
Selain itu, ada pula Sri Ginanti, warga Gunungkidul yang mengaku kehilangan dua buah telepon genggam saat rayahan gunungan. Dia mendapati kedua telepon genggamnya hilang setelah merayah gunungan. “Tadi ke sana [rayahan gunungan] saat uyuk-yukan [berdesak-desakan], lalu ponsel dua-duanya di tas. Tasnya sudah digendong di depan,” katanya.
Kedua warga tersebut mengaku diminta oleh pihak kepolisian yang sedang berjaga mengamankan prosesi gunungan untuk melaporkan kejadian tersebut ke polsek terdekat. Hingga berita ini diterbitkan pihak kepolisian masih belum memberikan keterangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.