Sharp Borong Tiga Penghargaan JBBA dan SBBI 2026
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Foto ilustrasi. /Antara Foto
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat dari pendataan sementara terdapat satu orang meninggal dunia dan enam orang lainnya luka-luka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang melanda Bantul, Jumat (30/6/2023) malam.
“Kejadian gempa bumi tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa sebanyak 7 orang, 1 meninggal dunia disebabkan oleh serangan jantung saat terjadinya gempa bumi dan 6 orang lainnya mengalami luka ringan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta, Sabtu (1/7/2023).
Agus mengatakan korban gempa bumi yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan dan perawatan oleh PSC 119 Dinas Kesehatan Bantul Bantul, PMI Bantul, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul, RS PKU Muhammadiyah Bantul dan RS UII.
“Untuk yang luka-luka satu orang menjalani rawat inap dan lima orang lainnya menjalani rawat jalan,” ujarnya.
Baca juga: Seorang Nenek di Bantul Meninggal Dunia Dampak Gempa Mag 6,4
Agus menjelaskan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 wilayah samudera hindia selatan Jawa, yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 6,0. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,63° LS ;110,08° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 81 Km arah selatan kota Wates, DIY pada kedalaman 67 km. Gempa dirasakan diwilayah Bantul IV MMI.
Berdasarkan analisa BMKG gempa bumi yang terjadi dengan memperhatikan lokasi episenterdan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).
Puluhan Rumah Rusak
Selain memakan korban jiwa, kejadian gempa bumi tersebut menyebabkan dampak kerusakan bangunan yang tersebar di 12 kapanewon yang ada di Bantul yakni kapanewon Bambanglipuro, Dlingo, Imogiri, Jetis, Kasihan, Kretek, Pajangan, Pandak, Piyungan, Pleret, Pundong, dan Sanden.
“Total dampak sementara 35 lokasi, dengan rincian, kapanewon Bambanglipuro satu lokasi, Dlingo dua Lokasi, Imogiri tiga lokasi, Jetis satu lokasi, Kasihan lokasi lokasi, Kretek lima lokasi, Pajangan satu lokasi, Pandak satu lokasi, Piyungan satu lokasi, Pleret satu lokasi, Pundong tiga lokasi dan Sanden 14 lokasi,” ujar Agus.
Menurut Agus data tersebut baru yang terekap sampai Sabtu (1/7/2023) pukul 01.00 WIB. Ia mengimbau kepada masyarakat Bantul untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu terkait gempa bumi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. “Pastikan kondisi bangunan sebelum kembali kerumah, serta melaporkan kepada BPBD Kabupaten Bantul, apabila terdapat kerusakan pada bangunan tempat tinggalnya, melalui nomer WhatsApp 02746462100,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
KPK meminta Nusron Wahid kooperatif setelah absen dalam pemeriksaan kasus dugaan korupsi di Kementerian ATR/BPN.
Survei BI mencatat IKK September 2026 berada di level 118,1, turun 7,1 poin dari Januari, tetapi masih berada di zona optimistis.
Sebanyak 290 pekerja di Bantul terkena PHK hingga September 2026. Disnakertrans menyiapkan pendampingan dan perluasan kesempatan kerja.
Diseminasi Doktor UKDW mendorong inovasi lintas ilmu melalui beragam penelitian di bidang kesehatan, lingkungan, bisnis, teknologi, dan desain untuk pembangunan
Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta petugas meningkatkan kesiapsiagaan drainase, irigasi, dan infrastruktur air menghadapi musim hujan.