Pasar Murah Kota Jogja Digelar di 23 Titik, Siapkan 65 Ton Bahan Pokok
Pemkot Jogja menggelar pasar murah di 23 titik pada Oktober-November 2026. Sebanyak 65 ton komoditas bersubsidi disiapkan.
Merti padukuhan di Kulonprogo - ilustrasi/ist/Pemkab Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Kulonprogo terus menggelar merti pedukuhan di 930 dusun yang ada di Bumi Menoreh. Merti tersebut menjadi upaya Disbud untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
Kepala Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Wruhantoro mengatakan merti pedukuhan yang digelar dengan menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) 2023. “Dalam Keistimewaan DIY masuk ke kategori fasilitasi upacara adat. Namanya sekarang merti pedukuhan. Setiap tahun pasti kami menggelar merti pedukuhan. Khusus untuk 2023 ini seluruh dusun menggelar merti,” kata Wruhantoro saat ditemui di kantornya, Senin (3/7/2023).
BACA JUGA: Diduga Kepergok Berbuat Tak Senonoh, Mahasiswa KKN UGM Dipulangkan
Menurut Wruhantoro, merti pedukuhan menjadi upaya pemberdayaan warga setempat. Dia memberi contoh apabila terdapat persewaan sound system di pedukuhan setempat, maka peralatan itulah yang harus disewa untuk penyelenggaraan acara. “Pemberdayaan masyarakat menjadi tujuan digelarnya merti ini. Kalau di dusun tersebut ada, kenapa harus menggunakan peralatan dari luar,” katanya.
Guna menyusun jadwal acara merti dari 930 pedukuhan yang ada, Disbud meminta tiap pedukuhan mengirim proposal. Dengan begitu, Disbud dapat melakukan pendampingan di lapangan secara maksimal. “Anggaran dari danais langsung kami transfer ke tiap pedukuhan. Rincian penggunaan dana semua sama, tidak ada yang lebih besar. Kalau dibedakan nanti justru tidak adil. Tiap pedukuhan mendapat sekitar Rp10 juta,” katanya.
Lebih jauh, Wruhantoro menjelaskan bahwa merti dusun setidaknya dapat memberi manfaat dari sisi batin maupun lahiriah. Menurutnya, spirit pelestarian kebudayaan menjadi hal yang tidak dapat dinilai dengan uang atau dibandingkan dengan hal-hal lahiriah lain. “Kalau bisa digabungkan dengan pariwisata menjadi luar biasa. Prinsipnya kami memberi dukungan untuk melestarikan kebudayaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menggelar pasar murah di 23 titik pada Oktober-November 2026. Sebanyak 65 ton komoditas bersubsidi disiapkan.
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Pemerintah menunda kewajiban sertifikasi halal UMKM hingga 2028 karena banyak pelaku usaha belum memenuhi target dan terkendala administrasi.
Rute Trans Jogja ke Gunungkidul belum terealisasi meski dikaji sejak 2025. Warga berharap layanan ini mengurangi kepadatan Jalan Jogja-Wonosari.
Jogja Expo 2026 membuka peluang UMKM DIY memasuki rantai pasok haji dan umrah. Kerja sama awal yang terbentuk mencapai sekitar Rp1 miliar.
Simak cara cek status penerima BPNT Rp600.000, syarat kepesertaan, penyebab bantuan belum masuk rekening, dan langkah penarikan tunai.