Penemuan 11 Bayi di Pakem Jadi Alarm Pengawasan
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Kemiskinan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebuah kelompok masyarakat (Pokmas) di Kapanewon Galur, Kulonprogo, membantuk Pokmas Kawula Alit. Pokmas tersebut dibentuk oleh warga miskin di Galur dengan tujuan saling membantu guna meningkatkan kesejahteraan hidup.
Ketua Pokmas Kawulo Alit, Agus Susanto mengatakan bahwa Pokmas tersebut dibentuk oleh warga miskin yang bertujuan untuk membantu warga miskin lain utamanya di Kapanewon Galur.
“Pokmas Kawulo Alit dibentuk oleh warga miskin untuk membantu warga miskin juga. Kalau menunggu bantuan dari orang lain [pemerintah daerah] tentu tidak bisa,” kata Agus, Senin (17/7/2023).
Selain itu, Agus juga menjelaskan bahwa dia bersama warga lain merasa kurang mendapat informasi terkait program-program pengentasan kemiskinan oleh Pemerintah Daerah. Terkait hal tersebut, dia telah menjalin komunikasi dengan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo, Priyo Santoso.
“Nanti kami akan mendata warga warga yang perlu dibantu. Terus kami ajukan ke dinas. Kami juga mau mengundang anggota dinas terkait untuk menindaklanjuti,” katanya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo, Priyo Santoso membenarkan dia telah berkomunikasi dengan Pokmas Kawula Alit setelah pembentukannya pada Rabu (5/7/2023).
“Beberapa orang di Galur kemarin tanya-tanya terkait cara mengakses informasi program-program pembangunan. Saya sudah meminta untuk ke dinas terkait. Saran saya biar tertib mending buat kelompok [lalu terbentuk Pokmas Kawula Alit],” kata Priyo, Senin (17/7/2023).
BACA JUGA: Bumi Mataram Bakal Dilintasi Dua Tol, Begini Rincian Kemajuan Pembangunannya
Menurut Priyo dengan warga akan mudah mengkases informasi atau bantuan ketika membentuk kelompok. Dengan begitu aspirasi mereka akan lebih diperhitungkan.
“Pokmas Kawula Alit ini langkah positif karena mencoba memperjuangkan warga lain. Membantu pemerintah juga untuk menyampaikan program pemerintah ke orang lain yang belum tahu,” katanya.
Jelasnya, Pokmas Kawula Alit berencana mengundang Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulonprogo. Dengan begitu warga Galur akan tahu mekanisme pemberian bantuan melalui program-program yang ada.
“Itu informasi yang saya dengar begitu. Saya ditanyai ya saya bantu. Galur dan Lendah itu kan masuk daerah pemilihan [Dapil] saya,” katanya.
Priyo menambahkan dirinya akan mendampingi Pokmas Kawula Alit dalam memperjuangkan hak-hak mereka sebagai warga negara seperti mengakses bantuan pemerintah. Kata dia, salah satu yang menjadi perhatian adalah rumah tidak layak huni (RTLH).
“Nanti kami arahkan terkait dengan program kalau kaitannya dengan rumah tidak layak huni. Atau kalau mau berjualan ya kami arahkan ke dinas agar bisa meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Perumahan DPUPKP Kulonprogo, Muhammad Nur mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki rencana untuk perbaikan RTLH.
“Tahun 2024 nanti kami memiliki rencana untuk perbaikan RTLH dari APBD. Ada 200 rumah dengan alokasi per rumah Rp20 juta. Karena nilainya bertambah maka jumlah rumah yang jadi sasaran berkurang. Bagaimanapun ada keterbatasan anggaran,” kata Nur, (17/7/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.