Laba Taspen Turun 16,1 Persen Jadi Rp1,04 Triliun, Ini Penyebabnya
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Proyek Tol Jogja Solo./JIBI-Bisnis.com-Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—PT Adhi Karya selaku pelaksana proyek pembangunan tol Jogja Solo seksi 2.2 untuk ruas Junction Sleman-Trihanggo mulai melakukan pengerjaan konstruksi. Diprediksi akan ada sejumlah jalur yang bakal mengalami macet akibat proyek tersebut.
Jika dilihat dari peta trase tol Jogja Solo, ruas yang dikerjakan ini merupakan jalan baru yang dibangun dari Ringroad Utara Trihanggo ke arah barat atau di Kawasan Ketingan, Tirtoradi, Mlati, Sleman.
Sejumlah jalan yang diperkirakan macet akibat lalu lintas kendaraan proyek antara lain Jalan Kabupaten. Kawasan Jalan Kabupaten ini memungkinkan terjadi kemacetan ketika proyek tol sudah berjalan terutama pengerjaan di Kawasan Ringroad Trihanggo. Akan tetapi pengerjaan di Ringroad akan dimulai pada September 2023 mendatang, karena saat ini masih fokus pengerjaan di penyambung titik exit toll Jogja Bawen. Jalan Kabupaten diperkirakan kemacetannya akan lebih parah, karena saat normal saja arusnya sudah padat.
Kemudian ruas Jalan Kebon Agung yang merupakan penghubung dari ujung utara Jalan Kabupaten kea rah barat Kawasan Cebongan. Ruas jalan ini diperkirakan akan turut terdampak kemacetan ketika intensitas pengerjaan ruas tol penghubung Jogja Solo dan Jogja Bawen ini semakin banyak.
Selanjutnya jalan yang diperkirakan akan terjadi kepadatan adalah Jalan Ketingan. Ruas jalan ini berada di sisi selatan proyek tersebut yang menghubungkan dusun Ketingan dengan titik Selokan Mataram West Lake. Jalan ini pada saat pagi dan sore hari sudah tergolong padat, oleh karena itu semakin padat lagi jika intensitas volume pengerjaan proyek tol semakin meningkat.
Selain itu Kawasan Cebongan, Sleman diperkirakan juga akan terdampak dengan adanya lalu lalang kendaraan proyek tol. Apabila nantinya ruas penghubung ini sudah sampai Ringroad Trihanggo, maka jalur kendaraan proyek akan lebih banyak lewat ringroad dan diprediksi kepadatan juga terjadi di kawasan ringroad utara hingga barat Trihanggo.
Kepala Dishub Sleman, Arip Pramana mengaku akan menggelar forum lalu lintas dengan pengelola pembangunan tol Jogja-Solo maupun Jogja-Bawen soal pengaturan lalu lintas di lokasi pembangunan.
Material proyek pembangunan tol yang banyak dan berukuran besar membuat waktu mobilitas truk-truk trailer proyek bakal diatur. "Forum lalu lintas akan dilakukan utamanya jika sudah mulai pekerjaan di Ring Road atau pemasangan box culvert di jalan-jalan utama," ucap dia, Jumat (21/7/2023).
BACA JUGA : Dibangun di Persawahan, Begini Gambaran Junction
Pasalnya, dua pembangunan tol di Sleman ini akan menggunakan ruas jalan yang sama. Pembangunan tol Jogja-Solo seksi 2.2B akan mulai mengerjakan Junction Sleman ke arah Trihanggo. Junction Sleman merupakan pintu keluar dari tol Jogja-Bawen sekaligus penghubung antara tol Jogja-Bawen dan tol Jogja-Solo.
Pembangunan dua tol ini akan membuat sejumlah truk proyek akan melintasi kawasan Sleman, khususnya di wilayah Mlati. "Ini kan kebetulan ruas jalan yang mau dipakai sama, ruas jalan kabupaten yang Cebongan ke Sidomulyo maupun yang depan Polsek itu ke timur," jelasnya.
Forum lalu lintas akan membahas skenario pengaturan lalu lintas yang paling tepat untuk bisa diambil. Namun Arip berencana mengusulkan mobilitas truk proyek yang diatur waktunya yakni di luar jam-jam sibuk masyarakat. "Untuk material-material yang menggunakan kendaraan gede, trailer, itu harus ada pengaturan waktunya. Dia tidak boleh lewat pada jam jam sibuk masyarakat," ujarnya.
Dia mencontohkan operasional truk material proyek Jogja-Bawen hanya dibolehkan melintas di atas pukul 22.00 WIB. "Kalau yang kemarin Jogja-Bawen itu di atas jam 22.00 WIB baru bisa memasukkan barang, terutama untuk besi dan sebagainya itu kan dia bawa trailer. Agar enggak ganggu lalu lintas masyarakat," tegasnya.
BACA JUGA : Dibangun Paling Akhir, Ini 4 Exit Toll Jogja Solo
Pembangunan tol Jogja-Bawen di wilayah Sleman telah dimulai lebih dulu ketimbang tol Jogja-Solo. Sebelumnya, Deputy Project Director PT. Adhi Karya, Brian Rino yang menangani proyek tol Jogja-Bawen seksi I Junction Sleman-Banyurejo menerangkan bila pembangunan tol sudah memasuki tahap penggarapan struktur atas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Piala Dunia 2026 menjadi panggung lahirnya generasi baru sepak bola dunia. Lamine Yamal, Pau Cubarsi, Johan Manzambi, dan Désiré Doué tampil mencuri perhatian d
George Russell akui Ferrari ancaman juara usai finis kedua di GP Inggris 2026. Kimi Antonelli sial di Silverstone, hanya finis ke-16 karena kerusakan.
WhatsApp memiliki sejumlah fitur tersembunyi yang jarang diketahui pengguna. Mulai dari Chat Lock, transkrip pesan suara, hingga dua akun dalam satu aplikasi.
Imigrasi Kulonprogo memperketat penerbitan paspor setelah 347 calon PMI mengajukan permohonan sepanjang 2026 guna mencegah keberangkatan nonprosedural.
Harga emas Pegadaian hari ini Senin 13 Juli 2026 bervariasi. Emas Antam 1 gram Rp2,762 juta, UBS Rp2,647 juta, dan Galeri 24 Rp2,634 juta.