Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Suasana dialog interaktif Ada Cinta di Jalan Raya yang digelar di Balai Dikmen Bantul, Jumat (21/7/2023). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Klub motor selama ini identik dengan arogan, bergagah-gagahan, hingga melanggar lalu lintas di jalan raya. Hal itu ditepis oleh Motor Antique Club (MAC) Yogyakarta dalam acara dialog interaktif Ada Cinta di Jalan Raya dengan menghadirkan puluhan pelajar SMS/SMK dan sederajat perwakilan dari berbagai sekolah.
Acara yang digelar di Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Jumat (21/7/2023). Dialog interaktif saling menghargai di jalan raya itu diselenggarakan oleh MAC Yogyakarta, Satlantas Polres Bantul, Rumah Sakit Santa Elisabeth, dan Balai Dikmen.
BACA JUGA : Ribuan Motor Tua Akan Serbu Jogja dalam DaD Gumregass
Ketua MAC Yogyakarta, Atmaji Apriliyanto mengatakan kegiatan tersebut digelar dengan sasaran usia produktif termasuk remaja yang mengalami kecelakaan di jalan raya ini cukup tinggi berdasarkan dari data Polres Bantul. Ia mengajak remaja atau para pelajar SMA/SMK untuk tertib berlalu lintas, sopan, santun, dan saling menghormati saat menggunakan kendaraan di jalan raya.
“Jalan raya milik umum, bukan ajang untuk bergagah-gagahan, bukan arogansi. Mari kita saling menghormati sesama pengendara di jalan raya,” katanya.
Pria yang akrab disapa April ini tidak menampik bahwa masih ada anggapan dari masyarakat bahwa komunitas motor itu selalu arogan di jalan raya, bahkan bergagah-gagahan, terutama motor dengan CC besar. Tidak semua komunitas motor arogan di jalan. “Klub motor identik geng motor, gondrong, bertato, sanmgar, dan arogan. Sekarang Bukan zamannya seperti itu, bukan zamannya lagi arogan di jalan raya,” ucapnya.
Karena itu pihaknya ingin mengubah stigma negatif tersebut dengan melakukan berbagai kegiatan dalam rangka Menyambut Hari Ulang Tahun MAC ke-36, di antaranya dialog untuk saling menghormati sesama pengendara di jalan raya melalui tajuk Ada Cinta di Jalan Raya, bakti sosial, penanaman pohon. Puncaknya nanti ada pertemuan seluruh pecinta motor antik (Djogjaantique Day) pada 4-5 Agustus mendatang.
Djogjaantique Day merupakan acara tahunan pertemuan antarpecinta motor tua dan antik. Akan ada ribuan motor antik yang dihadirkan di Jogja. Harapannya dengan kegiatan tersebut juga berimplikasi pada peningkatan ekonomi UMKM karena banyak peserta yang datang.
BACA JUGA : Diserbu Komunitas Motor Klasik, PAD Pariwisata Bantul
April menjamin dalam ajang Djogjaantique Day semua anggotanya santun di jalan raya dan tertib berlalu lintas. “Kami sepakat untuk saling menjaga dan menghormati sesama pengguna jalan raya,” tegasnya.
Direktur Rumah Sakit Santa Elisabeth, Adi Mulyanto menyampaikan terkait tata cara penanganan korban kecelakaan. Menurutnya, penyelamatan dan evakuasi korban kecelakaan memerlukan teknik dan pengetahuan, tidak asal menolong karena bakal berakibat fatal pada korban kecelakaan.
“Kalau korban kecelakaan patah leher kalau diangkat malah tambah berat,” katanya. Maka butuh tekniknya untuk menolong. Jika tidak bisa menolong bisa menghubungi petugas medis, kepolisian, sukarelawan.
“Semua orang saya kira bisa menolong, termasuk para pelajar ini. Makanya kita berikan pengetahuan tata cara menolong korban kecelakaan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Jumat 10 Juli 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips agar tak kehabisan tiket, dan alasan Prameks jadi favorit.
Pemkot Jogja meminta masyarakat menjaga water station di Malioboro setelah sejumlah unit rusak akibat disalahgunakan. Edukasi pengguna dan perbaikan fasilitas.
Pemkab Sleman mengalokasikan hibah Rp3,193 miliar untuk tujuh ormas keagamaan dan 14 tempat ibadah pada 2026. Dana berasal dari APBD dan akan diawasi penggunaan
Pemkab Bantul mengusulkan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni kepada Kementerian PKP untuk mendapat bantuan rehabilitasi pada 2027. Sebanyak 500-600 unit.
Perawatan paliatif bantu pasien kronis tetap nyaman meski tak sembuh. Namun, lebih dari 90% pasien di Indonesia belum mendapat layanan ini.