Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Ketua Tim Sukarelawan Rampak Sarinah, Dwi Pudyaningsih (kanan) saat memberikan sembako kepada ibu hamil dan ibu menyusui di Pasar Bantul, Sabtu (22/7/2023)/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Angka stunting di Bantul masih cukup tinggi meski sudah mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Dengan kondisi tersebut menggugah para srikandi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bantul yang tergabung dalam sukarelawan Rampak Sarinah memberikan sembako kepada ibu hamil dan ibu menyusui di Pasar Bantul, Sabtu (22/7/2023).
Sasarannya adalah pedagang dan pengunjung pasar yang sedang hamil dan sedang menyusui. Adapun yang dibagikan adalah paket sembako yang di antaranya berisi susu, beras, telur, terigu, minyak goreng, biskuit dan makanan bergizi lainnya.
Ketua Tim Sukarelawan Rampak Sarinah Bantul, Dwi Pudyaningsih mengatakan kegiatan bagi-bagi sembako tersebut merupakan kepedulian kader perempuan PDIP terhadap stunting di Bumi Projotamansari. Sebab stunting merupakan salah satu program Bupati dan Wakil Bupati Bantul untuk mengentaskannya.
“Kami adalah kader perempuan mewakili aspirasi memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil dan menyusui. Ini juga dalam rangka mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bantul menenkan angka stunting,” katanya.
Baca juga: TPA Piyungan Ditutup 1,5 Bulan, Ini Data Lengkap Volume Sampah 10 Tahun Terakhir
Ia berharap sembako yang dibagikan dapat digunakan oleh ibu hamil dan menyusui untuk memperhatikan nutrisi supaya anaknya nanti terbebas stunting. Dwi Pudyaningsih juga mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama mengentaskan persoalan stunting untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan unggul.
Lebih lanjut istri dari Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo ini mengatakan aksi peduli stunting ini bagian dari rangkaian bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Jadi Bantul ke-192. Ia menyampaikan dalam penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, namun harus melibatkan semua pihak.
Sebab, menurutnya, stunting tidak hanya identik dengan warga miskin. “Bisa juga dari kalangan orang kaya karena salah pola asuh yang kurang memberikan asupan gizi yang mencukupi sehingga anak menjadi stunting,” paparnya.
Sebelum bagi-bagi sembako, sebanyak 192 perempuan kader PDIP juga melakukan kegiatan bersih-bersih sampah di depan Pasar Bantul dan depan Pendopo Parasamya. Kegiatan bakti sosial dengan bersih-bersih sampah itu disebut bagian dari kepedulian terhadap kondisi kebersihan Bantul dan ikut membantu petugas kebersihan dalam membersihkan jalan dan lingkungan.
“Kegiatan bakti sosial gotong-royong bersihkan sesuai dengan program Pemkab Bantul resik lingkungane sehat wargane, jadi kita bersihkan sampah di pusat kota Bantul,” katanya. Di hari yang sama kegiatan bakti sosial Mega Bakti Projotamansari juga itu juga digelar donor darah di kantor DPC PDIP Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
UMY menonaktifkan sementara dosen Farmasi yang diduga terlibat kasus pelecehan. Investigasi internal kampus dan Satgas PPKPT masih berlangsung.
Lagu rap Erling Haaland "Kygo Jo" jadi No.1 Spotify Norwegia usai di-remix Kygo. Simak kisah di balik lagu yang dibuat saat remaja ini.
Topan Bavi ganggu transportasi China: 2.800 penerbangan batal, 45 bandara siaga badai petir, kereta cepat ditangguhkan. Dampak meluas ke Beijing hingga Shanghai
Lima SD negeri di Gunungkidul resmi digabung mulai tahun ajaran baru akibat kekurangan murid. Berikut daftar sekolah yang diregrouping.
BPOM temukan 12 produk obat herbal ilegal mengandung sildenafil, parasetamol, deksametason. Klaim stamina pria hingga sesak napas, ancaman pidana 12 tahun.