Tol Jogja-Solo di Ringroad Kronggahan Rampung Oktober 2026, Desember Fungsional
Tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Kronggahan ditargetkan rampung Oktober 2026, termasuk Ramp On dan Ramp Off yang terhubung ke Jogja-Bawen.
Suasana peluncuran buku prosiding G20 Religion Forum atau R20 berjudul Proceedings of the R20 International Summit of Religious Leaders di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan buku prosiding G20 Religion Forum atau R20 berjudul Proceedings of the R20 International Summit of Religious Leaders.
Buku ini memuat gagasan para tokoh agama seduni yang berpartisipasi langsung dalam kegiatan R20 yang digelar 2022 lalu.
Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf atau yang kerap dipanggil Gus Yahya mengungkapkan inisiatif R20 merupakan upaya untuk menjadikannya sebagai sumber solusi dari dinamika global yang terjadi. Pihaknya sedang mencari cara untuk terus menegakkan agama dan menjadikannya sebagai kontribusi bagi peradaban yang akan datang.
"Kami sedang mencari cara untuk terus menegakkan agama kami dan menjadikannya sebagai kontribusi bagi peradaban yang akan datang yang seluruh masyarakat kesusahan karena perang. Karena itulah terciptanya inisiatif R20 adalah menghentikan agama sebagai sumber masalah dan mulai menjadikannya sebagai sumber solusi," ungkapnya pada Jumat (4/8/2023).
BACA JUGA: Erick Thohir: NU Meluaskan Syiar Islam dan Membangun Peradaban
Buku prosiding R20 berisi 47 makalah dan memuat catatan reflektif serta kesepakatan bersama dari berbagai pemimpin agama sedunia atas keprihatinan munculnya konflik berlatar belakang sosial keagamaan yang merusak tatanan nilai peradaban manusia. Buku yang diterbitkan UGM Press ini juga memuat kompilasi hasil kesepakatan dan gagasan para tokoh agama yang berpartisipasi langsung dalam kegiatan R20 di Bali pada awal November 2022 lalu.
Sementara itu, Rektor UGM Prof Ova Emilia mengapresiasi inisiasi PBNU yang menggagas serangkaian forum dialog antar agama. Besar harapan Ova, ide besar buku ini mampu menjadi rujukan pemimpin dunia terutama sebagai bahan pertimbangan mengambil kebijakan global.
Coba juga menyinggung inisiasi PBNU pada ASEAN IIDC nantinya. Kekuatan Indonesia, kata Ova dalam forum tersebut menunjukan bagaimana peran diplomasi agama mampu menciptakan perdamaian, stabilitas sosial, membangun dialog dan perdamaian antar bangsa.
"Poin utama para cendikiawan tentu menjadi peran jalan bagi capaian nilai, menjembatani perbedaan, mendorong dialog antaragama, maupun program pemberdayaan manusia," ungkapnya.
Di lain pihak, Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Munjid menilai perhelatan forum R20 telah membuka cara pandang baru bahwa agama bukanlah bagian dari masalah melainkan bagian dari solusi.
"Jadi sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua yang telah hadir di acara ini dan semoga acara ini bisa produktif dan kita terus bersinergi," tuturnya. (Catur Dwi Janati)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Kronggahan ditargetkan rampung Oktober 2026, termasuk Ramp On dan Ramp Off yang terhubung ke Jogja-Bawen.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.