WJNC 2026 Digelar di Malioboro Jogja Targetkan 60.000 Pengunjung, Ini Jadwalnya
WJNC 2026 bergeser ke Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan memperpanjang lama tinggal wisatawan.
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGA–Keterbatasan lahan menjadi kendala pengolahan sampah mandiri Kota Jogja. Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo menilai tidak menutup kemungkinan adanya kerjasama dengan daerah lain terkait dengan penyediaan lahan untuk pengelolaan sampah Kota Jogja.
“Memungkinkan juga, cuma kami perlu menyusun planing untuk pengolahan yang paling paling memungkinkan, karena kalau dari sisi lahan tidak memungkinkan,” katanya, Selasa (8/8/2023).
Dengan kondisi TPST Piyungan Transisi Tahap I yang mampu menampung sampah secara terbatas, menurut Singgih sampah Kota Jogja selama ini ditampung di sana sekitar 100 ton per hari, kemudian ditampung pula di Kabupaten Kulonprogo 15 ton per hari.
Singgih menilai dengan lahan terbatas, pengolahan sampah secara mandiri di Kota Jogja tidak memungkinkan. Menurutnya, untuk mengelola sampah secara desentralisasi harus ada lahan yang tersedia, dengan kondisi Kota Jogja yang lahannya terbatas, maka pengolahan tersebut tidak dimungkinkan dilakukan di dalam Kota Jogja.
BACA JUGA: Begini Update Perkembangan Konstruksi dan Pembebasan Lahan Tol Jogja-Bawen
Saat ini menurut Singgih dengan lahan yang terbatas, penanganan sampah Kota Jogja telah dilakukan melalui Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) Nitikan yang dapat menampung hingga 15 ton sampah residu per hari.
Menurutnya, dengan kondisi keterbatasan lahan, Pemkot Jogja mendorong pengelolaan sampah mulai dari hulu. Beberapa program telah dilakukan Pemkot Jogja antara lain pengelolaan sampah organik melalui biopori jumbo, ember tumpuk, ludong sisa dapur (losida), dan eco enzyme. Kemudian pengelolaan sampah anorganik melalui bank sampah.
Selain itu, ada pula program Mengelola Limbah dan Sampah dengan Biopori ala Jogja (Mbah Dirjo) beberapa waktu lalu. “Melalui gerakan Mbah Dirjo dapat menurunkan sampah organik di level rumah tangga, dan perkiraan antara 25-30 persen [penurunan sampah] dari total sampah Kota Jogja per hari,” katanya. Sayangnya hingga kini Kota Jogja masih menyisakan sekitar 95 ton sampah yang belum bisa terbuang sejak tutupnya TPA Piyungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WJNC 2026 bergeser ke Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan memperpanjang lama tinggal wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja–Kutoarjo PP September 2026 lengkap dengan harga tiket Rp8.000, panduan beli tiket di Access by KAI, dan cara tap-in gate.
Jadwal KRL Solo-Jogja September 2026 relasi Palur–Tugu Jogja lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.00 WIB hingga perjalanan terakhir malam.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
GPI 2026 menempatkan Islandia sebagai negara paling damai dan Rusia paling tidak damai. Indonesia berada di peringkat ke-69 dunia.
Komisi C DPRD DIY berharap Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk 2027 naik minimal 10%. Tambahan dana tersebut dinilai dibutuhkan untuk menutup k