Update Jadwal KRL Solo-Jogja 20 Juli 2026, Cek Jam Berangkatnya
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPA Piyungan, beberapa waktu lalu. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—DPD Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) DIY angkat suara terkait krisis penanganan sampah yang terjadi di DIY. Organisasi ini menyarankan agar pemerintah serius mengarahkan penanganan sampah berbasis wilayah seperti kabupaten hingga level bawahnya, ketimbang memaksakan bergantung pada TPA Piyungan.
Pasalnya jika hanya mengandalkan TPA Piyungan, maka ke depan persoalan sampah akan terus terjadi. Apalagi jika pengelolaannya hanya mengandalkan truk membuang sampah dari warga ke TPA Piyungan. Cara ini tergolong boros karena setiap tahun telah menelan puluhan miliar.
BACA JUGA : Model TPS3R Kupas Panggungharjo Bisa Jadi Solusi soal Sampah
“Ini akan terus jadi masalah jika tidak diubah paradigmanya. Jangan hanya bergantung pada TPA Piyungan. Meski pun ada anggaran pada akhirnya pemborosan yang terjadi,” kata Sekjen DPD Askonas DIY Yogi Adiningrat dalam rilisnya Senin (14/8/2023).
Yogi menilai sebagai entitas kontraktor yang selama ini mengurusi pembangunan di DIY, ia menyayangkan provinsi belum bisa keluar dari masalah sampah. TPA Piyungan misalnya, selalu overload meskipun sudah ada pengembangan wilayah.
Ia menilai penanganan sampah dengan pendekatan berbasis wilayah di DIY akan memotivasi semua stakeholder sampai ke tingkat individu untuk bertanggungjawab terhadap sampah yang dihasilkan. Dengan mengambil tanggungjawab berbasis wilayah, maka warga DIY tidak tergantung pada TPA Piyungan lagi. Selain itu, dapat mengurangi jarak angkut sampah menuju TPA Kabupaten dan juga TPA Piyungan sebagai pemrosesan akhir.
“Belum dampak negatif dari pengangkutan jarak jauh seperti emisi gas rumah kaca dan polusi udara. TPA Piyungan memiliki potensi terjadi polusi tanah, air, dan udara. Dengan mendiversifikasi pengelolaan sampah berdasarkan wilayah, akan lebih mudah untuk menerapkan teknologi pengelolaan yang lebih ramah lingkungan,” katanya.
Ia menilai dengan pengelolaan sampah berbasis wilayah. aakan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menangani krisis seperti lonjakan produksi sampah. Wilayah lebih kecil dapat lebih mudah beradaptasi dengan perubahan. Selain itu dapat mengurangi risiko kesehatan masyarakat.
BACA JUGA : 5 Investor Tawarkan Teknologi Pengolahan Sampah, Begini Penjelasan Pemda DIY
“Karena TPA Piyungan dapat menjadi sumber potensial penyakit dan pencemaran lingkungan yang dapat berdampak buruk pada kesehatan masyarakat sekitarnya. Dengan mengurangi ketergantungan pada satu lokasi pengelolaan sampah, risiko ini dapat diminimalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
BMKG memprakirakan cuaca di seluruh wilayah DIY cerah pada Selasa 21 Juli 2026. Suhu udara berkisar 21-31 derajat Celsius.
Wamentan Sudaryono menyebut program biodiesel B50 mempercepat swasembada energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor solar.
Jadwal SIM Keliling Sleman Selasa 21 Juli 2026 digelar di Kalurahan Candibinangun, Pakem. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Kemenhub memastikan layanan angkutan perintis di wilayah 3TP tetap beroperasi hingga akhir 2026 untuk menjaga konektivitas dan mendukung perekonomian daerah.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 21 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.