DPRD Minta Pemkot Jogja Atur Pajak Homestay dan Vila
Sebanyak 609 usaha homestay dan vila tercatat di Jogja. DPRD mendorong regulasi untuk memberi kepastian hukum dan mengatur potensi pajaknya.
Koordinator Tim Geologi UGM, Wahyu Wilopo, sedang menjelaskan fenomena lubang ambles di Padukuhan Popohan, Banjararum, Kalibawang, Kulonprogo pada Kamis (24/8/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Tim Geologi Universitas Gajah Mada (UGM) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo telah menyelesaikan kajian terakit munculnya lubang amblesan di Padukuhan Popohan, Banjararum, Kalibawang, Kulonprogo. Salah satu fakta yang terungkap adalah lubang tersebut ternyata membentuk lorong horisontal ke arah Timur atau zona lemah. Oleh sebab itu, tanah di sekitar lubang amblas juga berpotensi amblas.
Koordinator Tim Geologi UGM, Wahyu Wilopo, mengatakan bahwa kondisi geologi di sekitar lubang amblas tersusun dari tiga satuan litologi yaitu breksi andesit, batu gamping, dan batu pasir. Dalam melakukan survei lapangan, tim menggunakan metode investigasi geologi dan gerakan tanah, survei ground penetration radar (GPR)/geo radar, dan pengamatan aerial (drone).
"Kedalaman lubang amblasan itu sekitar 20 meteran. Geo radar yang kami pakai juga punya keterbatasan, hanya bisa digunakan sampai kedalaman 30 meter. Kalau mau melihat yang ada di bawahnya lagi tidak bisa," kata Wilopo ditemui usai pemaparan di BPBD, Kamis (24/8/2023).
Wilopo menambahkan lubang amblasan tersebut juga membentuk rongga horisontal ke arah Timur. Arah rongga tersebut menuju titik lemah batuan memotong rumah milik Karyo Dimedjo. "Menurut data kemarin itu, [titik lemah batuan] memanjang mepet kaki lereng di sisi Utara," katanya.
Baca juga: Musyawarah Pengadaan Lahan Tambahan Tol Jogja-Bawen Ditarget Rampung September
Titik lemah tersebut, kata Wilopo memiliki potensi yang sama dengan lubang amblesan. Dia mengatakan karena batuan tersebut lemah maka berpotensi untuk amblas. Hanya saja, kata dia, potensi amblas tersebut tidak dapat diperkirakan waktu terjadinya. "Mungkin bisa satu tahun atau seratus tahun lagi. Yang jelas ada zona lemahnya di situ," ucapnya.
Profesor lulusan Universitas Kyushu, Jepang tersebut menerangkan lubang amblas di Kulonprogo tersebut berada pada zona kerentanan gerakan tanah menengah. Oleh sebab itu, dia memberikan saran agar penghuni rumah di atasnya agar pindah ke tempat lain.
"Ada enam rekomendasi untuk lubang amblas di Popohan seperti menutup lubang amblas dengan material kedap," lanjutnya.
Selain itu, air harus dicegah agar tidak sampai masuk ke dalam lubang amblas, lalu ada juga mengurangi beban di atas permukaan pada daerah yang teridentifikasi terdapat rongga di bawah permukaan.
Kemudian, perlu adanya pengurangan aktivitas manusia di atas permukaan pada daerah yang teridentifikasi terhadap rongga di bawah permukaan, khususnya ketika musim penghujan. "Silakan melakukan pengecekan kondisi lingkungan secara rutin dan segera mengungsi sementara apabila ada indikasi adanya amblasan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kulonprogo, Joko Satyo Agus Nahrowi, mengatakan bahwa pihaknya akan membuat nota dinas mengani hasil penelitian atau kajian Tim Geologi UGM ke Pj Bupati agar mendapat tindak lanjut. “Akan kami buat nota dinas hasi penelitian ini ke Pj Bupati atau Pak Sekda agar segera ada tindak lanjut,” kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 609 usaha homestay dan vila tercatat di Jogja. DPRD mendorong regulasi untuk memberi kepastian hukum dan mengatur potensi pajaknya.
SC Freiburg menang 1-0 atas Trabzonspor di Conference League. Gol Lukas Kübler pada menit ke-14 menjadi penentu kemenangan tim tamu.
Pelaku UMKM di DIY masih kesulitan memisahkan uang modal dan keuntungan. Kondisi ini membuat usaha rentan terjebak utang dan membutuhkan pengelolaan keuangan ya
FPF berencana menggelar penghormatan khusus untuk Cristiano Ronaldo setelah sang kapten mengumumkan pensiun dari timnas Portugal.
Lima HP dari POCO, vivo, dan Huawei bisa menjadi pilihan pada November 2026. Simak spesifikasi dan harga masing-masing.
Pemkab Bantul melanjutkan PPBMP pada 2027 dengan anggaran Rp40 juta per padukuhan. Sebanyak 40% dialokasikan untuk penanganan kemiskinan dan stunting.