Westlife Konser di Jakarta 2027, Ini Harga Tiket & Jadwal Presale
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
Suasana sosialisasi Hospital Ready Stroke dengan bertajuk "Time is Brain, Every Minute Counts" yang digelar RSUD Sleman di Kapanewon Mlati pada Kamis (31/8/2023). Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—RSUD Sleman menggelar sosialiasi Hospital Ready Stroke dengan bertajuk "Time is Brain, Every Minute Counts" di Kapanewon Mlati, Kamis (31/8/2023). Tujuannya, agar masyarakat melakukan upaya preventif untuk mencegah penyakit stroke dengan pola hidup sehat.
Wakil Direktur RSUD Sleman, Cholis Noor Mutaslimah menjelaskan bila stroke merupakan penyakit degeneratif yang saat ini banyak diderita oleh masyarakat. Baik itu lansia maupun masyrakat usia produktif. "RSUD Sleman berupaya melakukan sosialisasi kepada kader kesehatan mengenai bagaimana cara mencegah hingga menangani penyakit stroke," katanya di sela kegiatan.
Dampak penyakit stroke tidak hanya kepada penderita saj, namun juga bagi keluarga hingga berdampak pada ekonomi. "Penyakit ini tidak hanya berdampak kepada penderita namun bagi keluarga hingga ekonomi. Karena mencegah lebih penting dari pada mangobati," tandasnya.
BACA JUGA: Pelatihan Pengelolaan Kawasan Heritage atau Pusaka Digelar di Jogja, Catat Tanggalnya
Sosialisasi program Hospital Ready RSUD Sleman ini dihadiri oleh perwakilan kader-kader kesehatan dari seluruh Kalurahan di Kapanewon Mlati. Tim dokter penanganan Stroke RSUD Sleman juga dihadirkan secara langsung dalam sosialisasi.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mendukung langkah cepat penanganan serta pencegahan stroke melalui sosialisasi program ini. Dia juga mengapresiasi program yang diinisiasi RSUD Sleman ini dalam upaya penanganan stroke melalui terapi trombolitik atau trombolisis.
"Saya mendukung program ini sebagai upaya mengedukasi masyarakat terkait penyakit Stroke dan langkah penanganan cepatnya apabila terjadi kepada orang di sekitar kita," kata Kustini.
Kustini menekankan upaya preventif atau pencegahan stroke bisa dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya pola makan dan pola hidup sehat.
"Saya sekaligus berpesan kepada masyarakat, khususnya Mlati agar terus melakukan langkah preventif stroke melalui pola hidup dan makan yang sehat," tambahnya.
Di sisi lain, Kustini berharap agar seluruh stakeholder kesehatan dan masyarakat dapat bersinergi dan menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat lainnya. Hal ini juga menjadi bagian dalam upaya preventif penyakit stroke.
Program sosialisasi tentang stroke ini dilakukan di empat lokasi meliputi Kapanewon Sleman, Kapanewon Mlati, Kapanewon Turi dan Kapanewon Tempel. Tidak hanya berkaitan soal stroke, sosialiasi membahas cara pencegahan dan penanganan berbagai penyakit lainnya seperti kanker, jantung hingga gagal ginjal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.