Demo 28 Oktober: Polda DIY Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional Saat Aksi
Polda DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional saat aksi pemuda dan mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Jalan tetap dibuka jika arus normal.
Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Pasar Condongcatur ditutup dan diberi peringatan dilarang membuang sampah, Senin (31/7/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Kabupaten Sleman mendapatkan pembatasan kuota pembuangan sampah yang bisa dibuang ke TPA Piyungan. Jumlah kuota tersebut belum mengkaver seluruh sampah yang diproduksi Sleman setiap harinya.
"Ya kuota kita antara mungkin 25-27 truk per hari. Itu sudah termasuk yang jasa pengangkutan swasta," Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani pada Minggu (3/9/2023).
Bila satu truk mampu membawa lima ton sampah, alokasi tersebut satara 125-135 ton sampah per harinya yang bisa dibuang DLH Sleman ke TPA Piyungan. Padahal rata-rata produksi sampah harian Sleman kini mencapai angka 256 ton. Artinya hanya sekitar 50 persen jumlah sampah masyarakat Sleman yang mampu ditampung ke TPA Piyungan setiap harinya.
Rata-rata harian produksi sampah di Sleman sejatinya menunjukan tren penurunan sejak TPA Piyungan ditutup. Meski sudah turun sekitar 74 ton dari 330 ton per harinya, tak semua sampah di Sleman bisa dibuang ke Piyungan. Fakta ini membuat gaya hidup pengurangan produksi sampah kata Epi, harus terus dilanjutkan oleh masyarakat.
"Kita harus tetap pengurangan dan pemilihan sampah, itu harus tetap dilanjutkan," katanya.
Di sisi lain, gerakan pengelolaan sampah dari berbagai kalangan mulai dari tingkat kalurahan maupun warga, dinilai akan membantu menangani persoalan Sleman. Beberapa pengolahan sampah mandiri yang sudah berjalan di antaranya ada di daerah Sinduadi, Tirtoadi Pandowoharjo dan berbagai lokasi lainnya.
BACA JUGA : Gerakan Pilah Sampah di Sleman Berhasil Turunkan Volume Sampah Harian
"Kedepan saya pikir dengan kondisi saat ini pengelolaan sampah itu diserahkan Kabupaten/Kota ya kita akan berupaya melaksanakan itu. Alhamdulilah kan sudah dibantu berbagai pihak, oleh karena itu saya yakin lah bisa kita untuk menjalankan perintah dari bapak Gubernur," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional saat aksi pemuda dan mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Jalan tetap dibuka jika arus normal.
Polri dan BPOM membahas penyusunan regulasi penggunaan kratom untuk mencegah penyalahgunaan tanaman yang berpotensi membahayakan.
MA membatalkan konferensi pers putusan kasasi perkara suket ijazah SMA Gibran karena belum menerima salinan putusan nomor 742 K/TUN/2026.
Kecelakaan lalu lintas di Kulon Progo turun 44,4% pada pekan pertama Operasi Patuh Progo 2026. Polisi mencatat 15 kejadian.
DPRD DIY mengusulkan pembentukan BUMD khusus pengelola aset daerah untuk meningkatkan PAD di tengah keterbatasan fiskal.
EHEF 2026 menghadirkan 90 kampus Eropa dari 14 negara di UGM pada 4 November. Pengunjung bisa mencari informasi kuliah dan beasiswa gratis.