Pieter Huistra Bicara Rivalitas PSS-PSIM: Sepak Bola Itu Indah
Pieter Huistra menanggapi komitmen suporter PSS-PSIM. Ia menyebut rivalitas wajar, tetapi dukungan kepada tim lebih penting.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Volume sampah harian di Sleman menurun. Pemilahan dari rumah tangga diduga jadi sebab turunnya angka produksi sampah di Sleman pada Juni lalu.
Bupati Sleman, Kustini menyebut gerakan pilah sampah dari rumah tangga sudah banyak dilakukan oleh masyarakat. Dampak dari gerakan tersebut mulai terlihat bila menilik angka produksi sampah yang turun menjadi rata-rata 254 ton per hari. Lewat capaian ini, pihaknya optimis perbaikan pengelolaan sampah di Sleman akan bisa ditata perlahan.
"Alhamdulilah, mulai akhir Juni kemarin volume sampah harian kita turun dari 300 an ton per hari menjadi 254 ton per hari dan saya yakin sekarang lebih turun lagi. Ini berarti sudah banyak yang melakukan [pilah sampah] dan mulai efektif," kata Kustini pada Kamis (31/8/2023).
Tak berhenti sampai di sini, Kustini menyebut jika dalam waktu dekat kemungkinan pemerintah akan membentuk satuan tugas (satgas) untuk penanganan masalah sampah di Sleman. "Rencana [pembentukan satgas] itu ada. Karena kita juga belajar dari keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 dengan dibentuknya satgas," kata dia.
BACA JUGA: Ratusan Orang Ketahuan Buang Sampah Sembarangan di Kota Jogja, Ada yang Didenda Rp500.000
Meskipun satgas kemungkinan bakal dibentuk, Kustini tetap mendorong penanganan sampah bisa dapat diselesaikan di tingkat Kalurahan
"Namun kita juga dorong kalurahan untuk membantu mengolah sampah lewat bumkal seperti di Pandowoharjo dan Sinduadi. Kedepan kita akan menjajaki kerja sama dengan swasta untuk mengelola sampah," lanjutnya.
Gerakan pilah sampah dari rumah tangga kata Kustini, sudah gencar disosialisasikan sejak adanya wacana penutupan TPA Piyungan pada Februari lalu. Selain diterbitkan sebagai Surat Edaran (SE) Bupati Sleman, gerakan pilah sampah ini juga disosialisasikan hingga tingkat bawah untuk mengurangi produksi sampah.
"Edukasi terus kita lakukan, salah satunya dengan mengurangi sampah. Setelah itu, kita tekankan agar sampah itu dipilah agar lebih mudah diolah," tuturnya.
Dengan cara ini, sampah yang tersisa hanyalah sampah residu yanh tidak bisa diolah. "Sehingga sampah yang tidak bisa diolah yang dibawa ke tempat penampungan sementara itu bisa berkurang cukup banyak," imbuhnya. (Catur Dwi Janati)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra menanggapi komitmen suporter PSS-PSIM. Ia menyebut rivalitas wajar, tetapi dukungan kepada tim lebih penting.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.