Cherrypop hingga Sport Tourism, Event Padat Gerakkan Ekonomi Sleman
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
Ilustrasi/Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo mencatat terdapat 26 kasus kanker prostat selama dua tahun terakhir. Kanker prostat ditandai oleh munculnya pertumbuhan sel abnormal di bagian sistem reproduksi pria, yaitu kelenjar prostat. Biasanya kanker tersebut menyasar pria lanjut usia (lansia) kendati tidak menutup kemungkinan pemuda juga dapat terkena.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kulonprogo, Rina Nuryati, mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor risiko seseorang terjangkit kanker prostat seperti usia lebih dari 40 tahun dan memiliki pola makan tidak sehat.
Baca Juga: Pengobatan Kanker Prostat Bisa Turunkan Gairah Seksual
“Memang faktor usia menentukan lebih dari 40 tahun tapi pemuda juga bisa kena kanker prostat. Faktor risiko lain kanker itu yaitu konsumsi banyak pengawet dan makanan instan, lalu merokok, mutasi genetik, dan riwayat keluarga,” kata Rina dihubungi, Senin (18/9/2023).
Rina menambahkan seseorang perlu memeriksakan diri segera apabila terdapat indikasi yang mengarah pada kanker prostat agar penanganan dapat dilakukan secara optimal. Seorang pria dapat mengamati gejala awal saat buang air kecil (BAK).
Apabila saat BAK seorang pria merasa nyeri atau sulit BAK dan kencing berwarna merah atau darah maka perlu segera memeriksakan diri ke rumah sakit (RS) bukan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Baca Juga: 4 Mitos Kanker Prostat yang Terbukti Salah: Tak Bisa Ereksi
“Periksanya ke rumah sakit. Semua RS bisa asal ada dokter spesialis bedah, untuk ditindaklanjuti di RS yang ada spesialis urologi. Kanker prostat ini bisa sampai menyebabkan kematian,” katanya.
Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kulonprogo, Yayuk Sutedjo, mengatakan YKI memiliki andil dalam mengupayakan penanggulangan kanker dengan menyelenggarakan kegiatan di bidang promotif, preventif, dan suportif.
“Terkait kanker prostat upaya pencegahannya itu bisa dengan memperbaiki pola hidup dan pola makan,” kata Yayuk.
Yayuk menambahkan bahwa kanker prostat belum masuk dalam sepuluh jenis kanker yang menjadi perhatian. Kata dia, sepuluh jenis kanker yang menjadi perhatian YKI antara lain kanker leher rahim atau serviks, kanker nasofaring, kanker payudara, kanker kolorektal, dan kanker hati. “Lalu masih ada leukimia, kanker paru, trofoblas ganas, kanker kulit, dan limfoma malignum,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
BGN menetapkan dua sesi jam kerja wajib kepala SPPG MBG, yakni pukul 17.00-19.00 WIB dan 02.00-08.00 WIB.
Pemkab Bantul merotasi tujuh pejabat PTP. Sejumlah jabatan strategis diisi pejabat baru setelah melalui uji kompetensi dan persetujuan BKN.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
PANDI menargetkan jumlah domain .id mencapai 2,8 juta pada 2031 seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap domain lokal.