Pakar UGM Sebut Angkat Beban Baik untuk Jantung dan Otak
Pakar UGM menyebut latihan angkat beban membantu menjaga kesehatan jantung dan mendukung fungsi otak jika dikombinasikan dengan olahraga kardio.
PT. Jasamarga Jogja Solo selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Tol Jogja Solo bersama rombongan mengecek bidang tanah terdampak tol Solo-Jogja Paket 2.2 pada Kamis (21/9/2023) di Tirtoadi. /Istimewa-PT Adhi Karya
Harianjogja.com, SLEMAN—PT Jasamarga Jogja Solo selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Tol Jogja Solo melakukan pemantauan perkembangan proyek tol Solo-Jogja Paket 2.2 di Tirtoadi, Sleman. Tim memeriksa pembebasan lahan dua bidang tanah terdampak tol berupa kandang ternak dan bangunan pedagang sengon yang berdiri di atas sultan ground.
General Manager Pengendalian, Pengadaan dan Pembiayaan Tanah PT. Jasamarga Jogja Solo, Muhammad Amin memimpin langsung peninjauan pembebasan lahan di Tirtoadi. Pada kesempatan itu tim mengunjungi dua bidang tanah yang belum bisa dilakukan pengerjaan konstruksi.
Dari hasil penelusuran dua bidang tanah tersebut belum bisa dikerjakan dikarenakan adanya tegakan di atas tanah sultan ground. Dua bidang tersebut saat ini masih difungsikan sebagai kandang sapi dan bangunan berdagang sengon.
"Ternyata yang ada bangunan di atasnya itu kandang sapi sama pedagang sengon, belum bisa dikerjakan. Solusinya kami menunggu perintah dari Bina Marga," kata Amin pada Kamis (21/9/2023).
Ia mengatakan selama ini dalam proses pembebasan lahan, bidang tanah yang masuk trase harus dilepas pemiliknya. Termasuk di dalamnya melakukan penggantian nilai bangunan maupun pohon yang berdiri di atas bidang tanah tersebut.
Karena berstatus sultan ground, penggunaan bidang tanah selanjutnya melalui surat palilah dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Palilah untuk bidang tanah sultan ground di pembangunan tol Solo-Jogja Paket 2.2 sejatinya telah diterbitkan. Tetapi, pengembang tol belum bisa melakukan pengerjaan di atas tersebut lantaran masih ada tegakan di atas tanahnya.
"Selama ini pembebasan lahan itu kan harus dilepas. Tapi karena sultan ground, kebijakannya enggak bisa dilepas, LMAN enggak bisa membayar tegakan atau bangunan diatasnya," jelasnya.
Pengembang tol Jogja Solo masih menunggu skema yang legal untuk mengganti tegakan yang ada di atas sultan ground. "Palilah sudah keluar, tapi tegakannya. Kalau tanahnya kan enggak masalah, tapi yang tegakan-tegakan dibangun di atasnya kan belum ada solusi," ucapnya.
Salah satu langkah yang tengah diupayakan pihak pengembang tol Jogja Solo ialah melalui Legal Opinion (LO) dari lembaga atau instansi yang berwenang. "Ini sedang dicarikan LO dari BPKP dan Kejaksaan. Setelah LO keluar baru kita bisa melaksanakan pemindahan atau penanganan itu," kata dia.
"Belum ada arahan untuk penyelesaian itu [penggantian tegakan], dengan BUJT atau dana negara, itu kan harus diputuskan dasar hukumnya. Jadi kita mau bayar juga takut salah. Menunggu solusinya dari Bina Marga," katanya.
Sebelumnya Humas PT Adhi Karya Pembangunan Tol Solo-Jogja Paket 2.2, Agung Murhandjanto menerangkan secara umum total luas pembebasan lahan untuk pembangunan tol Solo-Jogja Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 398.978 meter persegi ataupun dari 39 hektare.
Berdasarkan data terakhir, jumlah lahan yang sudah dibebaskan pada proyek ini telah mencapai 55,65 persen yakni 222.043 meter persegi atau sekitar 22 hektare. Sedangkan lahan yang belum dibebaskan hingga saat ini mencapai 176.935 meter persegi atau lebih dari 17 hektare. Secara persentase, masih ada 44,35 persen lahan yang belum bebas pada paket penggarapan tol Solo-Jogja Paket 2.2.
Sementara itu dari jumlah lahan yang sudah dibebaskan, baru 9,51 persen saja yang siap digunakan. Lahan yang kini siap digunakan luasnya mencapai 37.947 meter bersegi atau sekitar 3,7 hektare. Dengan catatan lahan yang digunakan ini terdiri dari area yang sedang dan selesai clearing, lahan kosong serta lahan bekas sawah.
Di sisi lain, secara total lahan yang kini bisa dikerjakan baru sepanjang 400 meter dari total panjang tol Solo-Jogja Paket 2.2 yang mencapai 3,2 kilometer. Pasalnya tidak semua lahan yang telah siap digunakan bisa dikerjakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar UGM menyebut latihan angkat beban membantu menjaga kesehatan jantung dan mendukung fungsi otak jika dikombinasikan dengan olahraga kardio.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 16 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
ORI DIY menyoroti penanganan dugaan pelecehan seksual di tiga perguruan tinggi swasta di Jogja dan meminta penguatan sistem pengaduan.
Robert Lewandowski mengungkap alasan memilih bergabung dengan Chicago Fire di MLS setelah meninggalkan Barcelona usai empat musim.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan keberangkatan dari Jogja mulai pukul 05.05 WIB hingga 22.35 WIB.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.