Kawasan Industri Piyungan Mangkrak, DPRD Soroti Calon Pengelola
DPRD Bantul meminta calon pengelola Kawasan Industri Piyungan memiliki rekam jejak jelas dan perjanjian kerja sama yang tegas agar tak kembali mangkrak.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY akan menyalurkan bantuan uang tunai kepada 8.000 warga lanjut usia (lansia) yang masuk ke dalam kategori miskin ekstrem. Program ini dijalankan untuk menekan angka kemiskinan khususnya yang berkategori ekstrem menjadi 0 persen di tahun depan.
"Sebanyak 8.000 itu memang warga prioritas berdasarkan dari data warga miskin, kita lihat perkembangannya seperti apa dan evaluasinya karena baru pertama kali ya di tahun depan. Kalau perlu ditambah ya ditambah penerimanya," kata Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana, Minggu (24/9/2023).
Saktiyana menjelaskan, program ini juga sejalan dengan misi Gubernur DIY yang menginginkan wilayahnya terlepas dari warga berkategori miskin ekstrem di tahun depan. Sebanyak 8.000 lansia itu pun sudah didata berdasarkan nama dan alamat sehingga tinggal menyalurkan bantuan di tahun depan.
"Sudah arahan Gubernur, ada 8.000 lansia yang harus kita tangani supaya bisa meningkatkan kesejahteraan mereka dengan Rp300.000 per bulan," jelasnya.
Menurut Saktiyana, warga lansia menjadi sasaran prioritas dari program ini lantaran mereka kebanyakan tidak lagi produktif. "Mereka ini kan istilahnya sudah ga bisa ngapa-ngapa in. Kalau lansia ini sudah bisa kita selesaikan, warga miskin lain bisa diselesaikan dengan kegiatan lain yang lebih produktif," katanya.
BACA JUGA: Begini Strategi Pemda DIY Turunkan Kemiskinan dan Ketimpangan Wilayah
Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana menyebut, sampai sekarang masih ada 1,08 persen warga miskin ekstrem di DIY. Pemda setempat sudah mengantongi nama dan alamat warga tersebut beserta program pengentasannya sehingga tahun depan diharapkan kemiskinan ekstrem di DIY bisa 0 persen.
"Miskin ekstrem itu kan mereka yang kekurangan makan dan asupan kalori kurang, maka solusinya lewat bantuan sembako sehingga pemberdayaannya kan susah, itu terdiri dari orang tua terlantar, disabilitas berat dan lainnya, sehingga jadi kewajiban negara untuk bantu," kata Huda.
"Kami sudah minta tahun depan miskin ekstrem di DIY harus 0 persen, karena sudah jelas by name by addres-nya. Kalau kita hitung anggaran sekitar Rp200.000-Rp300.000 orang per orang per bulan itu hanya butuh Rp100 miliar kan saya kira sangat mampu dari Pemda," sambungnya.
Huda menambahkan, pihaknya juga mendorong agar Pemda DIY menaikkan angka upah minimum provinsi (UMP) yang sekarang angkanya Rp1,9 juta. Menurutnya masih banyak warga DIY yang bekerja dengan upah sebesar UMP, sehingga sulit menekan angka kemiskinan. "Kalau itu ada solusinya mudah-mudah an angka kemiskinan kita bisa turun baik yang ekstrem maupun biasa," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta calon pengelola Kawasan Industri Piyungan memiliki rekam jejak jelas dan perjanjian kerja sama yang tegas agar tak kembali mangkrak.
Harga Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter mulai 2 September 2026. Simak daftar harga BBM terbaru.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 2 September 2026 tersedia sejak pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.
RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan paling lambat Desember 2026. Pengamat Hardjuno Wiwoho meminta pengawasan ketat agar aturan tak disalahgunakan.
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan santri yang diduga keracunan MBG telah ditangani. Pemkab akan mengecek SPPG penyedia makanan.
Jadwal KRL Jogja-Solo 2 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di beberapa stasiun.