Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul akan memperpanjang status siaga darurat kekeringan. Kebijakan ini diambil karena musim kemarau masih berlangsung hingga awal November mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, status siaga darurat kekeringan sudah ditetapkan awal Juli 2023. Sesuai dengan kebijakan dari bupati, status ini akan berakhir pada 30 September mendatang.
“Statusnya berlangsung selama tiga bulan dan akan berakhir bulan ini,” katanya, Senin (25/9/2023).
Meski demikian, Purwono mengakui, di akhir September ini musim kemarau belum berakhir. Berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) potensi kemarau akan lebih lama lagi.
Oleh karenanya, status siaga darurat yang ditetapkan bakal diperpanjang. Menurut dia, perpanjangan direncanakan berlangsung hingga 31 Oktober 2023.
“Semua sangat situasional. Kalau masih butuh, maka bisa diperpanjang lagi,” katanya.
BACA JUGA: Unik! Sumur Bor di Semin Gunungkidul Mengalirkan Air 4 Tahun Tanpa Henti
Ia menjelaskan, dengan ditetapkannya status siaga darurat kekeringan, maka BPBD bisa mendapatkan tambahan dana untuk penyaluran air bersih. Purwono mengakui di tahun ini memiliki anggaran untuk penyaluran sebanyak 1.000 tangki.
“Ya kalau dana regular habis, maka bisa meminta tambahan melalui alokasi belanja tak terduga. Tapi, untuk sekarang fokus penyaluran masih menggunakan dana milik BPBD,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi menambahkan, salah satu pertimbangan siaga darurat kekeringan diperpanjang dikarenakan dampak kekeringan yang semakin meluas. Di sisi lain, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga awal November.
“Jadi untuk antisipasi, maka siaga darurat kekeringan diperpanjang,” katanya.
Disinggung mengenai peningkatan status menjadi tanggap darurat, Sumadi mengakui kebijakan tersebut belum masuk pembahasan. Menurut dia, status siaga masih bisa untuk mengatasi masalah kekeringan di Gunungkidul.
“Belum ada rencana menaikan status. Yang jelas, bantuan ke Masyarakat masih terus berlangsung dan anggaran di BPBD juga masih mencukupi sehingga belum meminta tambahan melalui BTT,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Pria asal Magelang yang hanyut di Sungai Progo ditemukan meninggal di Kalibawang, Kulonprogo setelah dua hari pencarian.
Motor sering brebet saat digas? Kenali delapan penyebab utamanya dan cara mudah mengatasinya agar mesin motor kembali bertenaga dan awet setiap hari.
Box office Korea Selatan, film zombie 'Colony' tembus 2 juta penonton hanya dalam 5 hari. Ini sinopsis dan daftar bintangnya.
Aksi pembubaran ibadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS), Panggungharjo, Sewon, Bantul yang viral di media sosial menuai beragam tanggapan.
Cedera Mees Hilgers di FC Twente berujung perpanjangan kontrak hingga 2027 setelah sempat ingin hengkang dari klub Belanda tersebut.