Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Pengendara melewati zona selamat sekolah di depan SMPN 1 Sewon, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Zona selamat sekolah sangat dibutuhkan untuk meminimalisir kecelakaan di jalan lingkungan sekolah, terutama yang berada di pinggir jalan besar. Sayangnya saat ini di Bantul jumlahnya belum memenuhi kebutuhan, karena keterbatasan anggaran.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Bantul, Sri Harsono, menjelaskan di Bantul saat ini baru terdapat sekitar 10 zona selamat sekolah. “Ada di SMPN 1 Imogiri, SDN Kembangsonog, SMPN 1 Pleret, SMPN 1 Banguntapan, SMPN 1 Bantul, SMPN 1 Sewon, sekitar 10 totalnya,” ujarnya, Jumat (29/9/2023).
Zona selamat sekolah ini selain untuk meningkatkan keselamatan anak sekolah, juga mendukung Bantul sebagai Kabupaten Layak Anak. “Jadi anak-anak sekolah ini kami lindungi terkait keselamatannya. Pengguna jalan kalau ada rambu atau marka zona selamat sekolah, ketika melaju di sana harus dikurangi kecepatannya,” katanya.
Untuk menciptakan kepatuhan pengguna jalan, Dinas Perhubungan biasanya menggelar sosialisasi dengan menerjunkan petugas di zona selamat sekolah. Sosialisasi ini dilakukan untuk zona selamat sekolah yang baru dan berlangsung selama satu hingga dua minggu.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Singgih Riyadi, mengakui jumlah zona selamat sekolah yang sudah ada saat ini memang belum mencukupi kebutuhan. “Permohonan dari sekolah-sekolah banyak sekali, tapi memang anggaran kami yang terbatas,” ungkapnya.
Adapun permohonan zona selamat sekolah yang masuk ke Dinas Perhubungan Bantul menurutnya sekitar 30 sekolah. “Rata-rata sekolah-sekolah yang berada di jalan protokol kabupaten, itu pada mengajukan. Jadi nanti masih bisa bertambah,” paparnya.
BACA JUGA: Ada 8 Sekolah di Bantul Terima Rp200 Juta untuk Pembuatan ZoSS, Ini Daftarnya...
Ia berharap di 2024 nanti akan ada penambahan zona selamat sekolah, walau belum bisa memenuhi seluruh permohonan yang sudah diajukan. Adapun anggaran yang dibutuhkan untuk membuat sat zona selamat sekolah jika dulu Rp25 juta, saat ini standard-nya Rp50 juta.
“Nanti di dalam zona selamat sekolah itu, di jalan kami buat marka, kemudian ada rambu-rambunya. Kalau yang selama ini belum dilengkapi rambu-rambunya. Tahun 2024 nanti pagunya menjadi RP50 juta, sudah standard seperti yang dipersyaratkan Kementerian Perhubungan,” katanya.
Untuk membantu anggaran yang terbatas tersebut, beberapa zona selamat sekolah juga dibuat melalui mekanisme aspirasi DPRD Bantul. “kami sambut bagus ketika DPRD berkenan untuk mengalokasikan anggaran untuk zona selamat sekolah,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.