Berawal Tabungan Rp2.000, Kalijawi Sulap Kampung Bantaran Sungai Jogja
Kalijawi membuktikan tabungan Rp2.000 per hari mampu mendorong renovasi rumah, memperkuat ekonomi warga, dan menata kampung di Jogja.
Warga lansia - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul mencatat sekitar 7.000 orang lansia prasejahtera di Kabupaten Bantul. Guna mencukupi kebutuhan dasar lansia prasejahtera, sekitar 6.000 orang lansia di antaranya mendapatkan bantuan Boga Sehat 2023. Ada 300 orang lansia diproyeksikan sebagai penerima bansos lansia prasejahtera dari Pemda DIY pada 2024.
Kepala Dinsos Kabupaten Bantul Gunawan Budi Santoso menyampaikan program boga sehat merupakan salah satu program inovasi Pemkab Bantul untuk pemenuhan gizi lansia. Dalam program tersebut lansia pra sejahtera penerima manfaat diberikan makanan bergizi dua kali dalam sehari yang memenuhi 2100 kalori.
“Ini bukan menurunkan kemiskinan, tetapi bagaimana mengurangi beban pengeluaran lansia. Karena lansia sudah tidak produktif lagi,” katanya dihubungi melalui telepon, Jumat (29/9/2023).
Menurut Gunawan lansia prasejahtera yang sudah tidak masuk usia produktif membuat mereka perlu mendapatkan bansos. Untuk realisasi program tersebut, tahun 2023 dianggarkan sekitar Rp.6 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bantul.
“Harapan kami program tersebut tetap ada, dapat dipertahankan dan dimanfaatkan secara optimal oleh lansia,” katanya.
Menurut Gunawan sebelumnya Dinsos Kabupaten Bantul telah mengajukan 1.200 orang lansia pra sejahtera sebagai penerima bansos lansia pra sejahtera yang dicanangkan Pemda DIY. Dari situ ada 300 orang lansia prasejahtera yang lolos tahap verifikasi dan akan mendapat bansos lansia pra sejahtera dari Pemda DIY tahun depan.
“[Penerima bansos lansia Pemda DIY tahun 2024] lebih banyak lansia tunggal, dalam Kartu Keluarga [KK] tunggal yang hidup sendiri,” katanya.
Sasaran penerima bansos lansia pra sejahtera dari Dinsos DIY tersebut pun menurut Gunawan tersebar dalam 17 kapanewon di Kabupaten Bantul.
“Harapan kami program itu bisa kontinu, tidak hanya satu atau dua tahun, tetapi dipertahankan untuk mensupport lansia. Semoga ada penambahan kuota bagi Kabupaten Bantul,” katanya.
Gunawan pun terus berupaya agar lansia pra sejahtera yang belum mendapatkan bansos dapat diberikan bantuan dari instansi lainnya.
“Sisanya [lansia pra sejahtera yang belum mendapatkan bansos] kita coba cari mekanisme yang lain, mungkin dari Kementerian Sosial [Kemensos],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kalijawi membuktikan tabungan Rp2.000 per hari mampu mendorong renovasi rumah, memperkuat ekonomi warga, dan menata kampung di Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan hibah Rp3,193 miliar untuk tujuh ormas keagamaan dan 14 tempat ibadah pada 2026. Dana berasal dari APBD dan akan diawasi penggunaan
Pemkab Bantul mengusulkan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni kepada Kementerian PKP untuk mendapat bantuan rehabilitasi pada 2027. Sebanyak 500-600 unit.
Perawatan paliatif bantu pasien kronis tetap nyaman meski tak sembuh. Namun, lebih dari 90% pasien di Indonesia belum mendapat layanan ini.
Kodim 0730/Gunungkidul memperketat pengamanan proyek Koperasi Desa Merah Putih setelah pencurian peralatan senilai Rp17,5 juta terjadi di lokasi pembangunan KDM
Kapanewon Sewon mempelajari usulan pemberhentian Dukuh Banyon yang diduga terlibat kasus penggelapan sertifikat tanah dan pungutan liar program PTSL.