Harga Jagung dan Konsentrat Melonjak, Keuntungan Peternak Ayam DOC Menurun

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Minggu, 08 Oktober 2023 11:57 WIB
Harga Jagung dan Konsentrat Melonjak, Keuntungan Peternak Ayam DOC Menurun

Sutardi sedang membersihkan kandang ayam joper Anggung Farm, Rabu (4/10/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah

Harianjogja.com, BANTUL—Harga pakan ternak ayam yang sudah beberapa waktu terakhir mahal membuat komoditas ayam dan telur naik. Peternak ayam Day One Chicken (DOC) pun turut terdampak kenaikan pakan ini.

Pemilik Anggun Farm, peternakan ayam DOC di Kalurahan Sendangsari, Pajangan, Sutardi, menjelaskan ayam jenis Joper di tempatnya diberi pakan konsentrat, jagung, katul dan premik. Saat ini, konsentrat, jagung dan permik menurutnya sedang mahal.

Yang mahal sekarang konsentrat sama premik. Tapi kalau premik tidak banyak, jadi yang paling kerasa konsentrat. Jagung juga mahal sekarang hampir Rp7000. Kalau konsentrat sekarang Rp502.000 per sak atau 50 kg,” ujarnya, Rabu (4/10/2023).

BACA JUGA : Peternak Ayam Keluhkan Mahalnya Harga Pakan

Kenaikan pakan ayam ini menurutnya sudah terjadi beberapa waktu lalu, yang berdampak menurunnya keuntungan peternak. “Sekarang penghasilannya gak sebesar dulu, karena harga pakannya tinggi. Tapi ya masih ada hasil, cuma berkurang,” ungkapnya.

Sutardi saat ini memiliki 10.000 ayam indukan dengan 300 ayam jantan. Adapun ayam DOC yang dihasilkan per minggu 150-200 boks. Satu boks berisi 100 ekor ayam DOC. Ia menjual ayam DOC per ekor seharga Rp5.000 untuk peternak dan Rp6.000 untuk reseller.

Ia menuturkan harga ayam DOC cenderung lebih stabil jika dibanding harga telur maupun ayam potong. Maka ketika harga pakan sedang naik, peternak ayam DOC terpaksa mengurangi keuntungan yang didapat. “Harga stabil, tidak terombang-ambing seperti harga telur yang naik-turun,” ungkapnya.

BACA JUGA : Ditinggal Kurang dari Sejam, 20 Karung Pakan Ayam Raib

Adapun customer ayam DOC dari Anggun Farm tersebar di beberapa wilayah seperti Gunungkidul, Sleman, Sragen, Klaten, Kediri, Pekalongan, Garut dan lainnya. “Kita antar gratis kalau masih di Jawa. Atau kalau di Jawa Barat COD [Cash On Delivery] di pintu tol,” katanya.

Sutardi telah menekuni budidaya ayam DOC jenis Joper sejak 2010. Sebelumnya ia hanya membantu ayahnya yang sudah meemiliki peternakan dengan komoditas utama telur. Melalui budidaya ini ia kini melibatkan 24 orang lainnya warga sekitar dalam kelompok Anggun Farm.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online