DPRD Gunungkidul Minta Bantuan Air Bersih Lebih Merata
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Kemiskinan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 13% di 2024. Guna mencapai target ini, salah satunya dengan menggerakan program Menu Bawann Mekari yang merupakan singkatan dari Menengok Saudara dengan Membawa Sarapan, Makan Pemenuhan Kalori Sehari.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Sosial-P3A) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan program Menu Bawann Mekari sudah dipersiapkan. Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,26 miliar di tahun depan. “Untuk detailnya, program ini masih dibahas bersama dengan DPRD,” kata Asti, Senin (16/10/2023).
Dia menjelaskan, program ini dijalankan merupakan salah satu upaya menurunkan angka kemiskinan di Bumi Handayani. Sesuai dengan target yang dicanangkan Bupati Sunaryanta, tahun depan angka kemiskinan bisa turun menjadi 13%.
BACA JUGA: Bupati Gunungkidul Optimalkan Tiga Program Hapus Kemiskinan Ekstrem di 2024
Asti mengungkapakn, Menu Bawann Mekari direncanakan dengan memberikan bantuan makanan bagi kelompok anak terlantar, lansia terlantar hingga anggota disabilitas di Gunungkidul. Sesuai data yang dimiliki ada 2.506 jiwa yang menjadi sasaran program, tersebar di 18 kapanewon. “Bantuan makanan diberikan selama 30 hari,” katanya.
Menurut dia, sudah ada by name by addres calon penerima bantuan. Asti mengungkapkan, bantuan permakanan sudah dilaksanakan di tahun ini.
Ia tidak menampik jumlah penerima hanya 100 orang. Adapun bantuan diberikan dengan bentuk sembako senilai Rp1 juta untuk setiap penerima manfaat. “Program sudah dilaksankaan Maret lalu. Untuk tahun depan, penerimanya akan lebih banyak,” katanya.
Meski masih sebatas rencana, Asti berharap program ini bisa diikuti masyarakat untuk membantu keluarga di sekitaran rumah yang membutuhkan. “Harapannnya bagi warga yang mampu bisa ikut berperan dengan memberikan makanan kepada tentangga yang kekurangan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan pemberian makanan bagi anak terlantar, lansia maupun penyandang disabilitas diharapkan mampu mengurangi jumlah keluarga miskin di Gunungkidul. Sesuai dengan rencana kegiatan anggaran di 2024 di Dinas Sosial P3A, sudah ada alokasinya untuk 2.506 sasaran penerima manfaat.
Rencananya dalam kurun waktu 30 hari diberikan bantuan makanan senilai Rp30.000 per harinya. “tentunya sasaran diberikan kepada lansia, anak-anak dan penyandang disabilitas yang berada di luar panti,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.