Dishub Bantul Tertibkan PKU dengan Tagihan Listrik Membengkak
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Awal musim penghujan di wilayah setempat diprediksi akan berlangsung pada November mendatang sampai puncaknya di Februari 2024.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jogja Reni Kraningtyas menjelaskan meskipun di beberapa wilayah sudah berlangsung hujan kecil hanya saja awal masuknya musim penghujan di DIY diprediksi baru dimulai pada November mendatang dan akan berlanjut sampai Februari yang merupakan masa puncaknya.
"Prakiraan curah hujan Oktober masih 100 mm per bulan belum masuk musim hujan. Pada November sudah 200 mm per bulan jadi sudah masuk kriteria awal musim hujan, ini ditandai dengan tiga dasarian berturut-turut di atas 150 mm," jelas dia, Kamis (19/10/2023).
Baca Juga: Cuaca Terik DIY Tembus 33 Derajat Celcius, Ini Prediksi BMKG Kapan Hujan Turun
Selanjutnya hasil analisis BMKG menyebutkan bahwa pada Desember curah hujan berada di angka 201 mm sampai 400 mm per bulan dan Januari 200 mm sampai 400 mm per bulan. Angka ini termasuk menurun dibandingkan masa normal lantaran adanya dampak El Nino. Di masa normal curah hujan DIY berada di angka sekitar 500 mm per bulan bahkan lebih pada bulan Desember.
"Oktober dasarian dua sudah mulai masuk musim hujan. Namun resminya kami tetapkan di November dasarian satu itupun baru terjadi di Kulonprogo utara yang paling awal. Makanya secara keseluruhan DIY itu di November dasarian tiga baru mengalami musim hujan," jelasnya.
Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang, Pohon Bertumbangan di Sleman dan Menimpa Rumah
Sementara untuk wilayah Kota Jogja dan Sleman selatan, Bantul utara dan Kulonprogo barat bahkan ada yang mengalami musim penghujan pada Desember yang paling belakangan. Perbandingan awal musim hujan ini umumnya mundur dua sampai tiga dasarian atau 20 hari hingga sebulan normalnya untuk musim hujan periode 2023 2024 di DIY.
"Durasi musim hujan juga lebih pendek ya karena mundur ada yang cuma 13 dasarian, dan ada juga yang 21 dasarian itu pun hanya sedikit. Tapi umumnya 16 sampai 18 dasarian jadi sekitar lima dan enam bulan. Akhir musim hujannya itu pada April dasarian tiga dan ada sebagian kecil yang awal Mei," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.